RADARSOLO.COM – Berakhir sudah petualangan influencer asal China, Jiao alias Sister Hong, yang menyamar sebagai wanita lajang dan merekam video dewasa dengan banyak pria secara diam-diam.
Jiao akhirnya dibekuk pihak kepolisian Nanjing, Provinsi Jiangsu.
Penangkapan pria yang dikenal dengan sebutan Sister Hong dilakukan pada 5 Juli 2025, seperti dikutip dari MS News dan South China Morning Post (SCMP).
Jiao kini menghadapi proses hukum atas dugaan pelanggaran privasi, penyebaran materi asusila, dan aktivitas ilegal daring.
Modus Sister Hong
Jiao dikenal aktif membangun persona di dunia maya sebagai wanita lajang penuh pesona bernama Sister Hong.
Di media sosial, ia tampil sebagai ibu rumah tangga penyayang, lengkap dengan unggahan kegiatan memasak, berkebun, dan tampil feminin dengan riasan tebal, wig, serta pakaian wanita.
Melalui akun palsunya, Jiao mengaku sebagai wanita yang telah bercerai dan tengah mencari pasangan hidup.
Strategi ini terbukti efektif memikat ratusan pria dari berbagai latar belakang. Mulai dari mahasiswa, pelatih kebugaran, pekerja profesional hingga warga asing.
Namun di balik citra lembut itu, ia memasang kamera tersembunyi di apartemennya untuk merekam hubungan seksual secara diam-diam.
Video tersebut kemudian disebarkan melalui grup komunitas online berbayar yang dikelolanya, dengan tarif keanggotaan 150 yuan atau sekitar Rp330 ribu.
Klaim Hubungan dengan 1.600 Pria
Dalam pengakuannya, Jiao menyebut telah berhubungan dengan 1.692 pria.
Meski polisi menduga jumlah ini dibesar-besarkan, banyak korban yang memang telah berhasil diidentifikasi.
Beberapa pria bahkan mengetahui identitas Jiao sebagai seorang pria cross-dresser, namun tetap bersedia bertemu kembali.
Yang menarik, Jiao tidak pernah meminta uang tunai dari para tamunya.
Ia hanya meminta ‘hadiah kecil’ sebagai syarat pertemuan, seperti buah, susu, minyak goreng, hingga peralatan rumah tangga.
Polisi Telusuri Jaringan
Setelah penangkapan dilakukan, kepolisian menyita perangkat digital milik Jiao untuk menyelidiki lebih lanjut sebaran konten video ilegal yang sudah beredar.
Pihak berwenang juga tengah memverifikasi jumlah korban sebenarnya serta dampak hukum dari penyebaran konten asusila tersebut.
Kasus Sister Hong menjadi salah satu kasus penipuan seksual dan pelanggaran privasi terbesar yang terjadi di China dalam beberapa tahun terakhir.
Otoritas Kesehatan setempat bahkan membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi siapa pun yang merasa pernah menjadi korban. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria