RADARSOLO.COM - Sosok ayah yang tegar dan setia. Itulah Pangeran Khaled bin Alwaleed bin Talal Al Saud.
Selama 20 tahun terakhir, Pangeran Khaled melakukan segala upaya agar Pangeran Al Waleed alias Sleeping Prince sembuh seperti sedia kala.
Ia menolak mencabut alat bantu hidup dan terus meyakini bahwa kehidupan sang anak tetap berarti, meski dalam diam.
“Selama Allah belum mengambil nyawanya, saya akan tetap menjaganya,” kata Pangeran Khaled dalam salah satu wawancara terdahulu.
Hingga akhirnya, Pangeran Al Waleed meninggal dunia, Sabtu (19/7/2025) dalam usia 36 tahun setelah 20 tahun koma total akibat kecelakaan.
Diketahui, Pangeran Khaled merupakan pebisnis, penggemar teknologi, sekaligus investor.
Pangeran Khaled dikenal sebagai pendukung kuat energi bersih, gaya hidup sehat, dan suara yang lantang dalam mendorong semangat kewirausahaan.
Baca Juga: Wayang Orang Sriwedari Berjuang untuk Tetap Eksis, Dari Panggung Sepi Menuju Sorot Terang
Ia merupakan anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi. Lahir di California, Amerika Serikat, dan menghabiskan masa mudanya di Riyadh di bawah bimbingan ayahnya, Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud—seorang dermawan sekaligus pendiri dan Ketua Kingdom Holding Company.
Kini, dengan kepemilikan bisnis yang tersebar di tiga benua, Pangeran Khaled menjadi penghubung strategis antara ekonomi Timur Tengah yang terus berkembang dan dunia Barat.
Pangeran Khaled melihat teknologi baru dan yang sedang berkembang sebagai solusi dari banyak persoalan global saat ini.
Ia melakukan investasi lintas sektor, mulai dari teknologi finansial (fintech), teknologi pertanian (AgTech), teknologi pangan, perangkat lunak B2B, teknologi penerbangan dan transportasi, energi, bioteknologi, hingga hiburan dan penyiaran.
Pangeran Khaled merupakan pendiri sekaligus CEO KBW Ventures, dan terlibat aktif di berbagai tingkatan bisnis.
Di sektor properti dan real estate, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Eksekutif sekaligus salah satu pendiri Arada, sebuah perusahaan pengembang properti yang berbasis di Uni Emirat Arab. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono