Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Fakta-fakta Perang Thailand vs Kamboja, Tewaskan 9 Warga Sipil dan Anak-anak: Siapa yang Mulai?

Syahaamah Fikria • Jumat, 25 Juli 2025 | 01:09 WIB
Serangan dalam perang Thailand vs Kamboja.
Serangan dalam perang Thailand vs Kamboja.

RADARSOLO.COM – Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja meledak menjadi konflik bersenjata pada Kamis pagi (24/7/2025), menelan korban jiwa dari kalangan sipil.

Sedikitnya sembilan orang, termasuk anak-anak, dilaporkan tewas akibat rentetan serangan senjata berat yang mengguncang beberapa provinsi perbatasan Thailand.

Korban terbanyak ditemukan di Provinsi Sisaket dengan enam jiwa melayang, disusul dua korban di Surin, dan satu korban di Ubon Ratchathani.

Laporan militer Thailand menyebut, sembilan warga sipil yang tewas, di antaranya termasuk seorang anak.

Selain itu sebanyak 14 orang mengalami luka-luka.

Konflik tersebut tidak hanya menimbulkan ketakutan warga sipil, tetapi juga menjadi titik kritis hubungan diplomatik dua negara Asean tersebut.

Awal Mula Ketegangan Versi Thailand

Menurut pihak militer Thailand, bentrokan bermula saat pasukan mereka mendeteksi keberadaan drone milik Kamboja di wilayah udara mereka sekitar pukul 07.30 pagi.

Meskipun tak terlihat langsung, bunyi mesin UAV tersebut memicu siaga penuh di pangkalan militer terdekat.

Situasi memanas ketika enam personel bersenjata dari tentara Kamboja dilaporkan mendekati pagar kawat pembatas yang berada tak jauh dari basis Thailand.

Mereka disebut membawa granat peluncur roket dan senapan otomatis.

Tentara Thailand mengaku sempat memberikan peringatan verbal untuk mencegah konfrontasi, namun tembakan pertama justru datang dari pihak Kamboja.

"Mulai pukul 08.20 waktu setempat, tembakan intensif diarahkan ke pangkalan kami," sebut militer Thailand dalam rilis resminya.

Sebagai respons, Thailand mengerahkan enam jet tempur F-16 dan melancarkan serangan balik yang menargetkan markas militer Kamboja di sepanjang garis perbatasan.

"F-16 telah melepaskan tembakan!" tulis militer Thailand di media sosial.

Serangan Balasan Versi Kamboja

Berbanding terbalik dengan narasi Thailand, Kementerian Pertahanan Kamboja menuding pihak Bangkok yang lebih dulu memicu peperangan.

Mereka menyebut bahwa jet tempur Thailand menjatuhkan bom di kawasan yang masih menjadi bagian dari wilayah sah Kamboja.

Serangan udara Thailand itu disebut merupakan tindakan ilegal yang melanggar hukum internasional dan prinsip hukum internasional.

Kementerian Pertahanan Kamboja juga menyebut tindakan Thailand sebagai bentuk agresi militer yang terang-terangan melanggar Piagam PBB.

Mereka siap membalas serangan tersebut demi mempertahankan kedaulatan.

"Tindakan yang melanggar hukum dan tidak bertanggung jawab ini tak hanya menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas regional, tapi juga merusak fondasi tatanan internasional," ucap Maly Socheta, juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja.

Tak hanya itu, mereka menyebut konflik ini merupakan buntut dari penarikan pulang duta besar Thailand sehari sebelumnya, setelah insiden ranjau darat melukai seorang tentara Thailand di zona perbatasan.

Perbatasan Ditutup dan Warga Diminta Mengungsi

Usai bentrokan, Pemerintah Thailand langsung menutup semua akses perbatasan ke Kamboja dan meminta warganya yang masih berada di negara tetangga itu untuk segera pulang.

Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh pun mengeluarkan imbauan evakuasi massal.

Militer Thailand juga menyebut bahwa sejumlah fasilitas militer lawan di wilayah Komando Daerah Khusus 8 dan 9 Kamboja telah dihancurkan melalui operasi udara terkoordinasi.

Sementara itu, Kamboja menyatakan pasukannya tetap siaga penuh dan siap mempertahankan batas negaranya dari ancaman eksternal apa pun. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#perang #thailand #kamboja #konflik bersenjata