Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Siapa Nicolas Maduro, Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap? Ini Profil dan Alasan AS Menahannya

Nur Pramudito • Minggu, 4 Januari 2026 | 08:18 WIB

Siapa Nicolas Maduro, kenapa presiden Venezuela ditangkap Amerika Serikat? Simak profil Maduro dan tudingan serius AS soal narkoterorisme.
Siapa Nicolas Maduro, kenapa presiden Venezuela ditangkap Amerika Serikat? Simak profil Maduro dan tudingan serius AS soal narkoterorisme.

RADARSOLO.COM - Amerika Serikat kembali mengguncang politik global dengan melancarkan operasi militer besar di Venezuela.

Dalam operasi tersebut, pasukan elite AS dilaporkan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, lalu menerbangkannya keluar dari negara itu.

Presiden AS Donald Trump mengklaim penangkapan dilakukan setelah serangan terkoordinasi di Caracas pada Sabtu (3/1/2026).

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social dan dikutip kantor berita AFP.

Operasi ini disebut sebagai puncak kampanye panjang AS dalam perang melawan narkoba di Venezuela.

Baca Juga: Taiwan Diguncang Gempa Magnitudo 7,0: Listrik di Yilan Padam, Operasi Kereta Terhenti: Apakah Ada Dampaknya ke Indonesia?

Peristiwa tersebut langsung memicu keadaan darurat nasional.

Pemerintah Venezuela mengerahkan angkatan bersenjata, sementara ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah titik ibu kota Caracas.

Lantas, siapa Nicolas Maduro, kenapa presiden Venezuela ditangkap oleh Amerika Serikat?

Profil Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Presiden

Dikutip dari AFP, Nicolas Maduro lahir di Caracas pada 23 November 1962.

Karier politiknya bermula dari aktivitas serikat buruh saat ia masih bekerja sebagai sopir bus.

Dari sana, Maduro masuk ke dunia politik dan terpilih sebagai anggota Majelis Nasional Venezuela pada 2000.

Namanya semakin dikenal ketika ia dipercaya Presiden Hugo Chavez menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari Menteri Luar Negeri hingga Wakil Presiden.

Menjelang wafatnya Chavez pada Maret 2013, Maduro ditunjuk sebagai penerus.

Dalam pemilihan presiden khusus April 2013, Maduro menang tipis dengan perolehan suara sekitar 50,6 persen dan resmi dilantik beberapa hari kemudian.

Berkuasa Lama, Pemilu Dipersoalkan

Maduro mengklaim kembali memenangkan pemilihan presiden pada 2018 dan 2024, namun hasilnya menuai kecaman luas dari komunitas internasional.

Banyak pihak menilai pemilu tersebut sarat kecurangan dan tidak demokratis.

Pada Januari 2025, Maduro kembali dilantik untuk masa jabatan ketiga. Total masa kekuasaannya mencapai 18 tahun, bahkan melampaui lamanya pemerintahan Hugo Chavez.

Selama berkuasa, ia menghadapi tekanan berat berupa sanksi ekonomi AS, anjloknya harga minyak, dan krisis ekonomi yang melumpuhkan Venezuela.

Meski demikian, Maduro berhasil mempertahankan kekuasaan dengan mengendalikan militer dan institusi negara.

Ideologi Marxis dan Gaya Populis

Maduro dikenal sebagai pemimpin berhaluan Marxis yang kerap membangun citra sederhana dan dekat dengan rakyat.

Ia sering tampil di televisi pemerintah, menari salsa, berbicara soal bisbol, hingga memunculkan karakter kartun dirinya sebagai pahlawan super bernama Super-Bigote (Super-Kumis).

Namun di balik citra populis itu, pemerintahannya dituduh menekan oposisi, memenjarakan lawan politik, dan mengabaikan proses hukum.

Bahkan, rezim Maduro saat ini tengah diselidiki Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan pelanggaran HAM.

Siapa Nicolas Maduro, Kenapa Presiden Venezuela Ditangkap AS?

Pertanyaan siapa Nicolas Maduro, kenapa presiden Venezuela ditangkap berkaitan langsung dengan dakwaan hukum berat yang diajukan Amerika Serikat.

Dikutip dari NPR, jaksa federal AS membuka dakwaan baru di pengadilan New York yang menuduh Maduro terlibat dalam:

Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan Maduro akan diadili di pengadilan Amerika.

Menurut dakwaan, selama lebih dari dua dekade, elite Venezuela diduga menyalahgunakan kekuasaan negara untuk menyelundupkan berton-ton kokain ke AS.

Kartel, Terorisme, dan Tuduhan Narkoba

AS menuding Maduro menjadi bagian dari Cartel de los Soles (Kartel Matahari), organisasi narkoba yang pada November 2025 ditetapkan sebagai Foreign Terrorist Organization (FTO).

Kartel ini disebut dilindungi aparat negara dan digunakan untuk mendukung operasi perdagangan narkoba internasional.

Dakwaan juga menyebut Maduro dan istrinya bekerja sama menyelundupkan kokain yang sebelumnya disita otoritas Venezuela.

Keluarga Maduro dituding mengendalikan geng bersenjata yang melakukan penculikan, pemukulan, hingga pembunuhan demi menjaga bisnis narkoba tetap berjalan.

Dakwaan terbaru ini memperluas tuduhan serupa yang pertama kali diumumkan AS pada Maret 2020, namun kala itu Maduro menolak tuduhan dan menyerukan dialog.

Penangkapan Jadi Puncak Konflik AS–Venezuela

Penangkapan Maduro disebut sebagai klimaks konflik panjang antara Washington dan Caracas.

Hubungan kedua negara telah memburuk selama bertahun-tahun, terutama sejak Trump menuding Maduro sebagai pemasok kokain ke AS.

Kini, dengan operasi militer langsung dan penahanan presiden aktif Venezuela, eskalasi konflik AS–Venezuela memasuki babak paling serius dalam sejarah modern Amerika Latin.

Sekali lagi, dunia kini menyoroti siapa Nicolas Maduro, kenapa presiden Venezuela ditangkap, serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan geopolitik global.(np)

Editor : Nur Pramudito
#venezuela #kenapa presiden venezuela ditangkap #amerika serang venezuela #amerika serikat #Profil Nicolas Maduro #Siapa Nicolas Maduro #as