RADARSOLO.COM - Istilah Epstein Files kembali ramai dibicarakan publik setelah sejumlah tangkapan layar yang diklaim berasal dari dokumen tersebut menyebar luas di media sosial X (Twitter).
Unggahan itu memantik rasa penasaran warganet, sekaligus menghidupkan kembali kontroversi lama seputar kasus Jeffrey Epstein.
Banyak pengguna media sosial mempertanyakan apa sebenarnya Epstein Files, isi dokumennya, serta siapa saja tokoh dunia yang namanya tercantum di dalam berkas tersebut.
Bahkan, ada warganet yang meminta penjelasan singkat dengan bahasa paling sederhana agar mudah dipahami.
Lalu, apa itu Epstein Files, dan mengapa kumpulan dokumen ini kembali menjadi sorotan global?
Apa Itu Epstein Files?
Mengutip Encyclopaedia Britannica, Epstein Files merujuk pada kumpulan dokumen setebal ribuan halaman yang berkaitan dengan dua penyelidikan kriminal besar atas kasus perdagangan seks yang melibatkan pemodal Amerika Serikat, Jeffrey Epstein, serta rekan dekatnya, Ghislaine Maxwell.
Isi dokumen Epstein Files sangat beragam, mulai dari catatan perjalanan, rekaman komunikasi, korespondensi email, hingga dokumen investigasi yang menggambarkan jaringan sosial Epstein dengan berbagai tokoh berpengaruh dunia.
Berkas-berkas ini menjadi perhatian publik sejak Epstein ditemukan meninggal dunia di dalam sel tahanan pada Agustus 2019, saat ia menghadapi dakwaan serius atas kasus perdagangan seks.
Sorotan kembali meningkat pada November 2025, ketika beredar tiga email yang disebut-sebut mengindikasikan bahwa Presiden AS Donald Trump mengetahui praktik perdagangan seks Epstein.
Meski demikian, Trump sejak awal membantah mengetahui ataupun terlibat dalam kejahatan tersebut.
Tak lama kemudian, pada 18 November 2025, DPR Amerika Serikat meloloskan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein dengan suara telak 427 banding 1.
Aturan ini bertujuan membuka akses publik terhadap seluruh dokumen terkait kasus Epstein. Undang-undang tersebut disahkan Senat dan ditandatangani Presiden Trump.
Sebagai tindak lanjut, Departemen Kehakiman AS pada 19 Desember 2025 merilis ratusan ribu halaman dokumen Epstein Files.
Rilis awal ini mencakup foto-foto mantan Presiden Bill Clinton serta sejumlah selebritas yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan.
Namun, banyak bagian masih disensor sehingga menuai kritik dari korban dan anggota parlemen lintas partai.
Rilis Jutaan Dokumen Epstein Files Januari 2026
Pada Jumat (30/1/2026), Departemen Kehakiman AS kembali membuka jutaan berkas baru.
Total dokumen Epstein Files yang dirilis mencapai sekitar tiga juta halaman, dilengkapi 180.000 gambar dan 2.000 video.
Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menyebut rilis ini sebagai penutup proses peninjauan menyeluruh demi memastikan transparansi dan kepatuhan hukum.
Isi dokumen mencakup laporan psikologis Epstein, catatan masa penahanan, investigasi kematiannya, hingga berkas kasus Ghislaine Maxwell yang telah divonis bersalah karena membantu perdagangan gadis di bawah umur.
Selain itu, korespondensi Epstein dengan berbagai tokoh dunia juga terungkap, mulai dari politisi, miliarder teknologi, hingga figur elite internasional.
Daftar Tokoh Dunia yang Disebut dalam Epstein Files
Berikut rangkuman tokoh dunia yang namanya muncul dalam isi dokumen Epstein Files, sebagaimana dilaporkan BBC:
Donald Trump
Nama Donald Trump disebut ratusan kali dalam dokumen Epstein Files.
Keduanya diketahui pernah berteman, namun Trump menegaskan hubungan itu telah berakhir lama sebelum kasus Epstein mencuat.
Dokumen FBI mencatat adanya berbagai tuduhan yang masuk ke saluran laporan, termasuk klaim pelecehan seksual.
Namun, tuduhan tersebut disebut belum diverifikasi dan tanpa bukti pendukung.
Trump membantah seluruh klaim dan hingga kini tidak pernah didakwa dalam kasus terkait Epstein.
Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa sebagian klaim terhadap Trump bersifat keliru dan sensasional.
Elon Musk
Epstein Files juga memuat email antara Epstein dan Elon Musk.
Meski tidak dituduh melakukan pelanggaran, email tersebut menunjukkan pembahasan rencana perjalanan ke pulau Epstein pada 2012 dan 2013.
Musk menyatakan dirinya menolak undangan tersebut dan tidak ada bukti bahwa ia pernah berkunjung ke sana.
Dalam pernyataannya di X, Musk menegaskan fokus utamanya adalah mendorong penegakan hukum terhadap pelaku eksploitasi anak yang terkait dengan Epstein.
Bill Gates
Pendiri Microsoft, Bill Gates, turut disebut dalam dokumen Epstein Files.
Juru bicaranya membantah keras berbagai tuduhan serius, termasuk klaim penyakit menular seksual yang disebut dalam email-email kontroversial.
Menurut pihak Gates, sejumlah email yang mengatasnamakan Epstein patut diragukan keasliannya karena tidak pernah benar-benar dikirim ke alamat email Gates
Isi email tersebut justru dinilai menunjukkan frustrasi Epstein akibat hubungan yang telah terputus.
Andrew Mountbatten-Windsor
Mantan Duke of York ini disebut dalam korespondensi email yang merujuk pada rencana pertemuan privat, termasuk makan malam di Istana Buckingham.
Dokumen juga memuat foto dan email yang dinilai melemahkan klaim Andrew bahwa ia telah memutus kontak dengan Epstein sejak 2010.
Meski demikian, tidak ada bukti pelanggaran hukum, dan ia membantah seluruh tuduhan.
Sarah Ferguson dan Richard Branson
Epstein Files memuat email antara Epstein dan Sarah Ferguson yang menunjukkan hubungan akrab pada 2009, saat Epstein menjalani tahanan rumah.
Nama Richard Branson juga muncul ratusan kali. Virgin Group menegaskan bahwa kontak Branson dengan Epstein sangat terbatas dan hanya dalam konteks sosial maupun bisnis.
Miroslav Lajcak
Penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Slovakia ini disebut dalam pesan teks dengan Epstein yang membahas pertemuan dan topik sensitif.
Meski tidak otomatis menunjukkan pelanggaran hukum, Lajcak memilih mengundurkan diri demi menghindari dampak politik.
Lord Mandelson
Nama Lord Mandelson tercantum dalam catatan transaksi keuangan yang menyebut adanya pembayaran dari Epstein.
Mandelson membantah menerima dana tersebut dan meragukan keaslian dokumen.
Ia juga mengaku menyesali persahabatan masa lalunya dengan Epstein dan menyebut dirinya telah tertipu oleh kebohongan pemodal tersebut.
Kesimpulan
Kemunculan kembali Epstein Files menunjukkan bahwa dokumen kasus Jeffrey Epstein masih menyisakan banyak pertanyaan besar.
Meski banyak tokoh dunia disebut dalam isi dokumen, penyebutan nama tidak otomatis membuktikan keterlibatan pidana.
Otoritas AS menegaskan pentingnya kehati-hatian publik dalam menafsirkan isi Epstein Files agar tidak terjebak pada klaim yang belum terverifikasi.
Editor : Nur Pramudito