RADARSOLO.COM - Nama Ghislaine Maxwell ikut mencuat kembali dengan terbukanya Epstein Files, kumpulan dokumen yang mengungkap jaringan kejahatan seksual Jeffrey Epstein selama bertahun-tahun.
Di balik skandal besar yang mengguncang Amerika Serikat dan dunia internasional itu, Maxwell disebut sebagai figur sentral yang berperan langsung dalam merekrut, memanipulasi, dan memfasilitasi para korban di bawah umur.
Ghislaine Maxwell bukan sekadar rekan Epstein.
Ia disebut jaksa sebagai mitra terdekat sekaligus tangan kanan sang miliarder dalam menjalankan skema eksploitasi seksual anak lintas negara.
Profil Ghislaine Maxwell
Ghislaine Noelle Marion Maxwell lahir pada 25 Desember 1961.
Ia memiliki latar belakang elite.
Lahir di Prancis, tumbuh besar di Oxford, Inggris, dan menempuh pendidikan di Balliol College, University of Oxford.
Maxwell dikenal sebagai sosialita papan atas London sebelum akhirnya pindah ke Amerika Serikat.
Ia merupakan putri dari Robert Maxwell, pengusaha media ternama yang meninggal dunia secara misterius pada 1991.
Setelah kematian sang ayah, Ghislaine Maxwell menetap di New York dan mulai menjalin hubungan dekat dengan Jeffrey Epstein, seorang pemodal kaya raya yang belakangan dikenal sebagai pelaku kejahatan seksual berantai.
Meski lahir di Eropa, Maxwell kemudian menjadi warga negara Amerika Serikat melalui naturalisasi, tanpa melepaskan kewarganegaraan Inggris dan Prancis.
Hubungan Ghislaine Maxwell dan Jeffrey Epstein
Dokumen pengadilan dan Epstein Files menggambarkan hubungan Maxwell dan Epstein bukan hanya bersifat personal, tetapi juga operasional.
Dilansir dari justice.gov, jaksa menyebut Maxwell sebagai perekrut utama yang secara aktif mencari gadis-gadis di bawah umur untuk Epstein sejak pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an.
Dalam berbagai kesaksian korban, Maxwell digambarkan membangun kedekatan emosional dengan targetnya.
Ia menanyakan kondisi keluarga, sekolah, hingga masalah ekonomi, lalu menawarkan bantuan, liburan, atau kesempatan pendidikan.
Pendekatan ini membuat para korban merasa aman dan percaya.
Keberadaan Maxwell sebagai perempuan dewasa yang tampak “melindungi” justru menjadi alat untuk menormalkan perilaku Epstein.
Sehingga korban tidak menyadari bahwa mereka sedang dijerat dalam skema pelecehan seksual.
Peran Maxwell dalam Skema Kejahatan Seksual
Berdasarkan dakwaan dan putusan pengadilan federal AS, Ghislaine Maxwell terbukti:
- Membantu merekrut dan membujuk anak perempuan berusia di bawah 18 tahun, bahkan ada yang masih berusia 14 tahun
- Mengatur perjalanan korban ke berbagai kediaman Epstein di New York, Florida, New Mexico, hingga luar negeri
- Menyiapkan korban secara psikologis agar patuh terhadap Epstein
- Hadir dan dalam beberapa kasus ikut terlibat langsung dalam pelecehan
Jaksa mengungkap bahwa Maxwell dan Epstein secara sistematis menargetkan gadis-gadis dari keluarga rentan, terutama dari latar belakang ekonomi sulit atau keluarga orang tua tunggal.
Dalam fase lanjutan, korban bahkan dibayar ratusan dolar dan didorong untuk merekrut korban baru, membentuk jaringan eksploitasi seksual berantai.
Penangkapan, Vonis dan Hukuman
Setelah Epstein meninggal dunia di penjara pada 2019, penyelidikan berlanjut dan mengarah langsung ke Maxwell.
Pada Juli 2020, Biro Investigasi Federal (FBI) menangkap Ghislaine Maxwell.
Ia didakwa dengan berbagai kejahatan, termasuk perdagangan seks anak dan konspirasi lintas negara.
Pengadilan menolak permohonan jaminannya dengan alasan risiko melarikan diri, keuangan yang tidak transparan, serta fakta bahwa Prancis tidak mengekstradisi warganya.
Pada Desember 2021, juri federal menyatakan Maxwell bersalah atas lima dari enam dakwaan.
Setahun kemudian, Hakim Alison J. Nathan di Pengadilan Federal Manhattan menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara, disertai masa percobaan lima tahun dan denda sebesar USD750.000.
Jaksa Distrik Selatan New York saat itu, Damian Williams menegaskan, vonis tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kejahatan serius terhadap anak-anak dan menjadi pesan bahwa tidak ada seorang pun kebal hukum. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria