Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ada Apa di Balik Heboh Raja Charles III Inggris Masuk Islam? Begini Fakta dan Asal-Usul Teori Konspirasinya

Syahaamah Fikria • Kamis, 2 April 2026 | 23:05 WIB
Raja Charles III. (JawaPos.com)
Raja Charles III. (JawaPos.com)

RADARSOLO.COM – Dunia internasional baru-baru ini diguncang oleh pernyataan kontroversial yang menyerang takhta Britania Raya, khususnya Raja Charles III. 

Rudy Giuliani, mantan Wali Kota New York sekaligus eks pengacara pribadi Donald Trump, melontarkan klaim provokatif bahwa Raja Charles III merupakan seorang Muslim secara rahasia.

Hal itu dikatakan Giuliani dalam wawancara di podcast Uncensored yang dipandu jurnalis senior Piers Morgan pada Senin (30/3/2026). 

Giuliani sesumbar bahwa Inggris akan bertransformasi menjadi negara Muslim dalam satu dekade ke depan dan menyebut Charles III sebagai "monarki Muslim Inggris". 

Baca Juga: 13 Tradisi Unik Paskah dan Jumat Agung di Berbagai Belahan Dunia: dari Cambuk Willow hingga Lempar Pot

Lantas, benarkah klaim tersebut atau sekadar narasi konspirasi yang dipelintir?

Asal-Usul Pernyataan Rudy Giuliani

Dalam perbincangan tersebut, Giuliani awalnya membahas dukungannya terhadap aliansi AS-Israel melawan Iran. 

Namun, pembicaraan melebar ke kondisi demografi dan keagamaan di Inggris. 

Ia mengklaim mendapatkan laporan bahwa pengaruh Islam di Inggris sudah terlalu kuat, bahkan menyentuh jabatan publik seperti Wali Kota London, Sadiq Khan.

"Gereja Katolik Roma sekarang lebih besar di Inggris dibandingkan Gereja Anglikan. Dan Charles III mungkin adalah raja Muslim Inggris," ujar Giuliani, Kamis (2/4/2026). 

Ia bahkan menuding Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, berada di bawah pengaruh politik komunitas Muslim.

Fakta: Ketertarikan Sang Raja pada Tradisionalisme

Klaim Giuliani sebenarnya mengeksploitasi teori konspirasi lama yang cukup viral dan heboh dibahas di jagat maya sejak beberapa waktu lalu. 

Faktanya, Raja Charles III adalah penganut Anglikan yang taat dan menjabat sebagai Kepala Gereja Inggris (Supreme Governor of the Church of England).

Raja Charles III sendiri memang tertarik dengan Islam, namun hal itu bukan bentuk perpindahan keyakinan.

Baca Juga: 20 Link Twibbon Jumat Agung 2026 Peringatan Wafat Yesus Kristus, Gratis Terbaru dan Terlengkap Tinggal Pasang

Melainkan minat mendalam pada filsafat tradisionalisme. Berikut adalah beberapa poin yang sering disalahpahami publik:

Studi Bahasa Arab: Raja mempelajari bahasa Arab agar dapat membaca Alquran dan memahami seni serta arsitektur Islam secara langsung dari sumbernya.

Nilai Universal: Dalam berbagai pidatonya, termasuk pada tahun 2006, ia menekankan bahwa Islam, Yudaisme, dan Kristen memiliki kesamaan spiritual universal yang dapat menjadi solusi atas krisis modernitas.

Aset Budaya:  Raja Charles III menyebut komunitas Muslim sebagai aset berharga yang memperkaya budaya Britania. Hal tersebut tentu bertentangan dengan narasi "pengambilalihan" yang digemborkan Giuliani

 

Data Populasi vs Narasi Konspirasi

Pernyataan Giuliani mengenai "Inggris menjadi negara Muslim dalam 10 tahun" dinilai banyak pihak sebagai hiperbola politik yang tidak berdasar pada data statistik. 

Saat ini, jumlah penduduk Muslim di Inggris hanya sekitar 5% dari total populasi.

Narasi yang dibangun Giuliani diduga kuat bertujuan untuk memicu sentimen Islamofobia guna mendukung agenda politik luar negeri tertentu. 

Giuliani berpendapat bahwa jika pengaruh Iran disingkirkan, maka situasi di Inggris akan berbalik. 

Padahal, posisi politik Raja Charles III terkait konflik Timur Tengah cenderung netral dan mengedepankan perdamaian, termasuk laporan pribadinya yang menentang invasi Irak pada 2003. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#teori konspirasi #islam #inggris #Raja Charles III #rudy giuliani