Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Siapa John Ternus? Sosok yang Akan Gantikan Tim Cook sebagai CEO Apple, Ini Profil Lengkapnya

Nur Pramudito • Selasa, 21 April 2026 | 09:43 WIB
Siapa John Ternus? Sosok yang Akan Gantikan Tim Cook sebagai CEO Apple, Ini Profil Lengkapnya (JAWA POS)
Siapa John Ternus? Sosok yang Akan Gantikan Tim Cook sebagai CEO Apple, Ini Profil Lengkapnya (JAWA POS)

RADARSOLO.COM - Pergantian pucuk pimpinan di Apple menjadi sorotan global.

Nama John Ternus mendadak ramai diperbincangkan setelah diumumkan sebagai sosok yang akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO Apple.

Lantas, siapa John Ternus, dan bagaimana perjalanan kariernya hingga dipercaya memimpin salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia?

Sosok John Ternus, Penerus Tim Cook di Apple

John Ternus resmi ditunjuk sebagai CEO Apple dan akan mulai menjabat pada 1 September 2026, mengakhiri era kepemimpinan Tim Cook yang telah berlangsung selama 15 tahun.

Di usia 50 tahun, Ternus bukan figur baru di Apple. Ia telah menghabiskan lebih dari dua dekade—sekitar 25 tahun—berkarier di perusahaan tersebut.

Dalam lima tahun terakhir, ia menjabat sebagai kepala teknik perangkat keras (hardware engineering), posisi strategis yang mengawasi pengembangan produk inti Apple.

Di bawah tanggung jawabnya, Ternus terlibat langsung dalam pengembangan perangkat penting seperti iPhone, iPad, dan Mac—tiga lini produk yang menjadi tulang punggung bisnis Apple.

“Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini untuk meneruskan misi Apple ke depan,” ujar Ternus dalam pernyataan resminya.

Tantangan Besar: AI hingga Persaingan Teknologi

Menjadi CEO Apple bukan tugas ringan. John Ternus langsung dihadapkan pada tantangan besar, terutama dalam perlombaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Persaingan AI saat ini disebut sebagai era paling kompetitif sejak Steve Jobs memperkenalkan iPhone pertama pada 2007.

Apple dinilai tertinggal dalam pengembangan AI. Bahkan, perusahaan harus bekerja sama dengan Google untuk meningkatkan kemampuan asisten virtual Siri agar lebih canggih dan responsif.

Sementara itu, pemain lain seperti Nvidia melesat pesat berkat lonjakan permintaan chip AI, hingga mencetak valuasi fantastis yang menembus angka triliunan dolar AS.

Warisan Besar Tim Cook untuk Apple

Selama kepemimpinan Tim Cook, Apple mencatat pertumbuhan luar biasa. Nilai perusahaan melonjak dari sekitar 350 miliar dolar AS menjadi 4 triliun dolar AS.

Tak hanya itu, Apple juga menjadi perusahaan publik pertama yang menembus valuasi 1 triliun, 2 triliun, hingga 3 triliun dolar AS.

Pendapatan tahunan perusahaan pun melonjak drastis, dari 108 miliar dolar AS menjadi 416 miliar dolar AS.

Meski begitu, bayang-bayang inovasi Steve Jobs masih terasa kuat. Produk-produk revolusioner seperti iPhone, iPad, dan Mac lahir di era Jobs.

Sementara di era Cook, Apple menghadirkan produk seperti Apple Watch, AirPods, dan Apple Vision Pro, yang dinilai sukses secara komersial namun belum dianggap sebagai inovasi revolusioner setara iPhone.

Tantangan Geopolitik dan Strategi Global

Selain teknologi, Ternus juga harus menghadapi dinamika geopolitik.

Selama masa jabatan Cook, Apple harus bermanuver di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Langkah strategis seperti memindahkan sebagian produksi iPhone ke India hingga negosiasi tarif menjadi bagian dari strategi bertahan Apple di pasar global.

Meski mundur dari posisi CEO, Tim Cook tidak sepenuhnya meninggalkan Apple.

Ia akan tetap berperan sebagai ketua eksekutif, mengikuti jejak Jeff Bezos di Amazon dan Reed Hastings di Netflix.

Dengan pengalaman panjang dan rekam jejak kuat, John Ternus kini menjadi sosok kunci yang akan menentukan arah masa depan Apple.

Pertanyaan besarnya, mampukah ia menghadirkan inovasi baru dan membawa Apple kembali menjadi pionir di era AI?(np)

Editor : Nur Pramudito
#John Ternus #CEO Apple #Steve Jobs #tim cook #apple