RADARSOLO.COM - Kabar mengejutkan datang dari garis lingkaran dalam Kesultanan Brunei Darussalam. Sultan Hassanal Bolkiah resmi mencabut gelar kehormatan yang disandang oleh menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kantor Protokol Kerajaan Brunei via tayangan televisi nasional pada Sabtu (8/8/2026).
Gelar bertajuk "Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri" yang melekat pada Raabi'atul sejak menikah dengan Pangeran 'Abdul Malik resmi dilucuti dan dinyatakan tidak berlaku lagi.
Media lokal setempat, RTB News, melaporkan bahwa tindakan tegas sang Sultan didasari atas perilaku Raabi'atul yang dinilai tidak pantas sebagai pendamping anggota keluarga istana.
Serta dianggap mencoreng nama baik dan mencederai rasa hormat kepada Kesultanan Brunei.
Di tengah riuhnya pemberitaan internasional tersebut, banyak publik dibuat penasaran terkait latar belakang Raabi'atul Adawiyyah, sang menantu Sultan Brunei.
Profil Raabi'atul Adawiyyah
Pengiran Raabi'atul Adawiyyah lahir pada 27 Oktober 1992. Dengan demikian, per Agustus 2026, usia Raabi'atul Adawiyyah adalah 33 tahun (akan menginjak 34 tahun pada Oktober mendatang).
Meskipun status kebangsawanannya dari garis pernikahan telah dicabut, Raabi'atul sejatinya terlahir dari keluarga ningrat.
Ia merupakan anak kedua dari 10 bersaudara pasangan Pengiran Haji Bolkiah bin Haji Jaluddin dan Pengiran Hajah Noor'aismah binti Pengiran Haji Ismail.
Kedua orang tuanya merupakan sosok terpandang yang sama-sama menyandang gelar bangsawan di Brunei.
Prestasi Mengaji dan Karier di Bidang IT
Sejak masa sekolah, Raabi'atul mengenyam pendidikan bergengsi di Brunei, mulai dari Sekolah Al-Falaah, Sekolah Rendah Rimba I, hingga Sekolah Menengah Menglait dan Rimba.
Baca Juga: Kisah Kasmin dan Sukoto, Jaga Api Tradisi Gerabah Di Sekaten Alun-Alun Utara Keraton Solo
Ia juga dikenal sangat bertalenta dalam seni membaca Al Quran. Raabi'atul kerap mewakili sekolahnya dalam berbagai ajang musabaqah tilawatil Quran.
Bahkan pada tahun 2013, nama Raabi'atul sempat harum di Indonesia usai menyabet penghargaan kategori Pembacaan Al Quran Terbaik pada ajang kontes Miss World Muslimah.
Selain piawai mengaji, ia juga memiliki sertifikasi serta keahlian di bidang Teknologi Informasi (TI).
Sebelum dipersunting anggota keluarga istana, Raabi'atul pernah bekerja profesional sebagai System Data Analyst di BAG Networks pada 2012 serta menjadi Instruktur TI di HAD Technologies pada 2013.
Pernikahan Megah dengan Pangeran 'Abdul Malik
Perjalanan hidupnya berubah drastis usai resmi dipersunting oleh anak kandung Sultan Hassanal Bolkiah, Pangeran 'Abdul Malik, pada April 2015.
Pesta pernikahan kerajaan bertajuk Majlis Bersanding saat itu digelar secara spektakuler dan megah selama 10 hari berturut-turut di Istana Nurul Iman.
Dari pernikahannya dengan Pangeran 'Abdul Malik, Raabi'atul dikaruniai empat orang putri.
Setelah lebih dari satu dekade menjadi bagian dari Istana Nurul Iman dan mendampingi berbagai kunjungan kenegaraan, kini menantu Kerajaan Brunei Darussalam itu mendapatkan "sanksi" berupa pencopotan gelar kerajaan karena tindakan yang dinilai tidak pantas.
Editor : Syahaamah Fikria