Pattaya, Kota Pantai Thailand yang Punya Vibes Jeju tapi Tak Lepas dari Sisi Gelapnya

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:25 WIB
Pattaya Bisa Jadi Salah Satu Destinasi Alternatif Liburan.
Pattaya Bisa Jadi Salah Satu Destinasi Alternatif Liburan.

RADARSOLO.COM - Pulau Jeju di Korea Selatan dikenal lewat pemandangan pantai, tebing, kafe estetik, hingga suasana santai yang membuatnya menjadi destinasi favorit wisatawan. Namun, bagi wisatawan yang ingin mencari atmosfer serupa di Asia Tenggara, Pattaya di Thailand bisa menjadi salah satu pilihan.

Terletak sekitar 150 kilometer dari Bangkok, Pattaya merupakan kota pesisir di Teluk Thailand yang dapat ditempuh sekitar dua jam perjalanan dari ibu kota Thailand. Kawasan ini menawarkan pantai, kafe tepi laut, hingga pulau-pulau kecil yang bisa dikunjungi dalam perjalanan sehari.

Area Na Jomtien dan Jomtien menjadi salah satu bagian Pattaya yang menawarkan suasana lebih santai. Berbagai kafe dan restoran berada di dekat pantai sehingga pengunjung bisa menikmati makanan sekaligus melihat laut.

Baca Juga: 5 Series Thailand yang Bikin Terus Bertanya, “Sebenarnya Apa yang Terjadi?”

Suasana seperti inilah yang membuat beberapa sudut Pattaya disebut memiliki vibes yang mengingatkan pada destinasi pesisir Korea. Namun, Pattaya sebenarnya punya karakter yang jauh berbeda dari Jeju.

Dulunya Desa Nelayan

Pattaya yang dikenal sebagai kota wisata ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Sebelum berkembang menjadi destinasi internasional, kawasan ini merupakan desa nelayan kecil.

Perubahan besar terjadi pada 1960-an ketika tentara Amerika Serikat yang terlibat dalam Perang Vietnam datang ke Pattaya untuk beristirahat atau Rest and Recreation. Kedatangan mereka ikut mendorong perkembangan akomodasi, restoran, hiburan, dan industri pariwisata di kawasan tersebut.

Dari kawasan pesisir yang relatif sepi, Pattaya kemudian berkembang menjadi salah satu pusat wisata Thailand.

Baca Juga: Dalem Joyokusuman, Sarat Filosofi yang Menggambarkan Kosmologi Jawa dan Stratifikasi Ruang dalam Budaya Keraton

Tak Hanya Pantai dan Kafe

Pattaya juga memiliki berbagai destinasi yang bisa dikunjungi di luar kawasan pantainya. Salah satunya Koh Lan, pulau yang dapat dijangkau dari Pattaya dan menawarkan pantai dengan air laut yang lebih jernih.

Ada pula Khao Chee Chan Buddha Mountain serta berbagai aktivitas wisata seperti olahraga air, golf, bersepeda, hingga wisata kuliner. Pemerintah pariwisata Thailand dalam beberapa tahun terakhir juga mendorong Pattaya menjadi destinasi yang lebih ramah keluarga.

Namun, citra Pattaya tidak hanya dibentuk oleh pantai dan wisata keluarga.

Di Balik Pantai Cantik, Ada Kehidupan Malam

Pattaya juga memiliki reputasi kuat sebagai salah satu pusat hiburan malam Thailand. Walking Street menjadi kawasan yang paling dikenal dengan deretan bar, klub malam, dan berbagai tempat hiburan.

Reputasi tersebut bahkan menjadi salah satu bagian dari identitas Pattaya selama puluhan tahun. Di sisi lain, pemerintah dan otoritas setempat terus berusaha memperluas citra Pattaya sebagai destinasi keluarga dengan mengembangkan wisata pantai, olahraga, kuliner, dan rekreasi.

Baca Juga: Umbul Gemuling Banyudono Boyolali Jadi Alternatif Wisata Air Alami Gratis

Oleh karena itu, Pattaya memiliki dua wajah yang cukup kontras. Di satu sisi, wisatawan bisa menemukan kafe tepi laut dengan suasana tenang dan pemandangan yang cantik. Di sisi lain, ketika malam tiba, sejumlah kawasan berubah menjadi pusat hiburan yang jauh lebih ramai.

Pattaya pada akhirnya bukan sekadar “Jeju versi Thailand”. Kota ini memiliki perjalanan panjang dari desa nelayan menjadi kota wisata internasional dengan karakter yang terbentuk dari pantai, industri hiburan, budaya lokal, dan upaya pemerintah mengubah citranya.

Justru perpaduan itulah yang membuat Pattaya memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan destinasi pesisir lainnya di Asia. (annas rohmanda purbaningrum)

 

Editor : Kabun Triyatno
annas rohmanda purbaningrum pattaya Jeju thailand wisata