CCTV Buka Tabir Skandal Dana Kuil Rp49 Miliar, Biksu Thailand dan Wanita Simpanan Jadi Sorotan

Nur Pramudito • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 10:10 WIB
CCTV Buka Tabir Skandal Dana Kuil Rp49 Miliar, Biksu Thailand dan Wanita Simpanan Jadi Sorotan
CCTV Buka Tabir Skandal Dana Kuil Rp49 Miliar, Biksu Thailand dan Wanita Simpanan Jadi Sorotan

RADARSOLO.COM - Skandal Dana Kuil Rp49 Miliar menghebohkan publik Thailand. Kasus tersebut menyeret seorang biksu senior yang pernah menjabat sebagai kepala biara Wat Phutthaisawan di Ayutthaya.

Biksu bernama Phra Wachirayan Wi. alias Luang Pho Atichot Thammavaro, 66, diamankan aparat pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 06.00 waktu setempat.

Penangkapan dilakukan tim Crime Suppression Division (CSD) di bawah Central Investigation Bureau (CIB). Sang biksu diduga terlibat dalam kasus penggelapan Dana Kuil, penyalahgunaan kewenangan hingga pencucian uang.

Nilai dana yang tengah diselidiki polisi mencapai lebih dari 92 juta baht atau sekitar Rp49 miliar.

Kasus ini bermula ketika aparat menemukan sejumlah transaksi keuangan yang dinilai janggal di lingkungan Wat Phutthaisawan.

Polisi mendapati lebih dari 20 bukti penerimaan donasi yang diduga dikeluarkan tanpa kewenangan selama lebih dari dua tahun.

Penyelidikan kemudian berkembang setelah aparat memeriksa rekaman kamera pengawas dari kediaman sang biksu.

Dari rekaman tersebut, polisi menemukan adanya kedekatan antara sang biksu dengan seorang perempuan. Sosok perempuan tersebut kemudian ikut diperiksa karena diduga memiliki hubungan dengan aliran dana yang sedang ditelusuri.

Wanita Simpanan Biksu Ikut Diamankan

Perempuan yang menjadi sorotan dalam Skandal Dana Kuil Rp49 Miliar tersebut diketahui bernama Punyavee Roengruang, 47 tahun. Media Thailand mengenalnya dengan sebutan "Sika Ae".

Punyavee turut diamankan polisi dalam pengembangan kasus tersebut. Ia diduga merupakan orang dekat sang biksu dan diduga membantu menyamarkan aset yang berkaitan dengan dana hasil kejahatan.

Dalam penggeledahan rumah Punyavee di kawasan Khlong Si, Pathum Thani, aparat menemukan sejumlah barang bernilai tinggi.

Polisi menyita emas batangan dan perhiasan dengan berat total sekitar 90 baht emas. Nilainya diperkirakan mencapai 6,03 juta baht.

Selain emas, aparat juga menemukan uang tunai sekitar 3,59 juta baht.

Barang bukti lainnya terdiri dari 35 benda sakral berbahan emas, dua sertifikat tanah, tujuh buku rekening, 18 dokumen investasi serta berbagai dokumen transaksi jual beli emas.

Seluruh barang tersebut kini diperiksa untuk mengetahui apakah memiliki keterkaitan dengan Dana Kuil yang diduga raib.

Biksu Lepas Jubah

Dalam perkembangan penyidikan, sang biksu disebut telah melepaskan jubah kebiksuannya sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat.

Polisi masih menelusuri bagaimana Rp49 miliar atau lebih dari 92 juta baht tersebut dikelola dan ke mana saja alirannya.

Penyidik juga tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam dugaan pencucian uang tersebut.

Kasus ini semakin menjadi perhatian karena Wat Phutthaisawan merupakan salah satu situs keagamaan dan sejarah penting di Ayutthaya.

Sebagai langkah sementara, otoritas keagamaan setempat menunjuk biksu lain sebagai pelaksana tugas untuk memimpin kegiatan di Wat Phutthaisawan.

Area situs bersejarah kuil tersebut juga ditutup sementara untuk kebutuhan perbaikan fasilitas internal.

Publik Thailand Soroti Skandal Dana Kuil

Kasus tersebut kemudian menjadi Viral dan memicu perbincangan luas di Thailand. Sorotan tidak hanya tertuju pada dugaan penyalahgunaan dana, tetapi juga pada keterlibatan seorang Wanita Simpanan yang disebut memiliki kedekatan dengan mantan kepala biara.

Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa penyidikan masih berlangsung. Sang mantan kepala biara maupun Punyavee masih berstatus sebagai pihak yang diperiksa dalam perkara tersebut.

Keduanya tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Sementara itu, penyidik CIB terus mengembangkan kasus untuk mengungkap keseluruhan jaringan dan aliran Dana Kuil Rp49 Miliar tersebut.

Tanggapan Komunitas Buddhis Indonesia

Skandal yang terjadi di Thailand tersebut turut mendapat perhatian dari Young Buddhist Association Indonesia.

Melalui akun X @ybaindonesia, mereka menilai kasus seorang oknum biksu tidak seharusnya menjadi alasan untuk menggeneralisasi seluruh kehidupan para biksu yang menjalankan latihan dan menjaga sila.

Mereka menekankan pentingnya membedakan antara perilaku individu dengan penghormatan terhadap Dharma.

"Kita pun perlu belajar memisahkan kepercayaan kepada satu sosok dari penghormatan kepada Dharma dan kepada mereka yang sungguh-sungguh menjaga sila serta menjalankan Latihan," tulis @ybaindonesia, dikutip Jumat (11/9/2026).

Menurut mereka, kasus Viral tersebut menjadi pengingat bahwa jubah dan jabatan tidak otomatis menjamin integritas seseorang.

"Bagi komunitas Buddhis, kasus seperti ini mengingatkan satu hal penting. Jubah, jabatan, dan reputasi tidak pernah bisa menggantikan sila, integritas, dan tanggung jawab," lanjut mereka.

Mereka juga menegaskan bahwa kepercayaan umat merupakan sebuah amanah. Ketika kepercayaan tersebut rusak akibat perilaku satu orang, dampaknya dapat meluas kepada institusi dan masyarakat yang selama ini menaruh kepercayaan.

Kasus Skandal Dana Kuil Rp49 Miliar di Thailand ini pun masih terus bergulir. Polisi masih berupaya mengungkap seluruh aliran dana dan memastikan apakah terdapat pihak lain yang ikut terlibat.

 
Editor : Nur Pramudito
Wat Phutthaisawan Penggelapan Dana Kuil Ayutthaya pencucian uang biksu thailand