Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Legislator PKS Dukung Pemerintah Advokasi Sawit Indonesia di Forum WTO

Perdana Bayu Saputra • Minggu, 23 Februari 2020 | 21:48 WIB
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hamid Noor Yasin
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hamid Noor Yasin
JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hamid Noor Yasin memberi dukungan sebesar-besarnya kepada pemerintah untuk mengadvokasi sawit Indonesia di forum WTO. Saat ini, pemerintah melalui wakil menteri perdagangan sedang menggugat diskriminasi di pasar dunia, terutama Eropa. Di mana ekspor kelapa sawit Indonesia mendapat hambatan di pasar Uni Eropa (UE) karena dirasa tidak ramah lingkungan.

"Saya sangat mendukung upaya pemerintah yang saat ini sedang berjuang di forum Internasional. Black campaign yang dilakukan negara-negara maju sangat berlebihan. Mereka lupa Indonesia pada saat ini juga telah mensuplai oksigen dan penyerap CO2. Sehingga Indonesia menjadi negara paru-paru dunia", ucap Hamid

Anggota komisi IV ini menjelaskan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Memiliki lebih dari 17 ribu pulau. Total daratan seluas 193 juta hektare dan lautan seluas sekitar 500 juta hektare.

Kemudian faktanya, kekayaan hutan Indonesia merupakan hutan tropis terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Dan secara efektif, hutan Indonesia berfungsi sebagai filter dalam mengurangi pemanasan global secara signifikan.

Hamid mengaku sangat heran kepada masyarakat dunia yang menghakimi sawit Indonesia telah merusak lingkungan. Mereka tidak melihat begitu besarnya kontribusi Indonesia dalam mengendalikan lingkungan dunia, terutama stabilitas oksigen dan lapisan ozon.

Berkaitan dengan sawit Indonesia, ia sangat yakin bahwa bangsa ini mampu mengefektifkan implementasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO).

"Saya mendoakan kepada duta negara kita, agar gugatan resmi negara Indonesia kepada Uni Eropa di Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO pada 9 Desember 2019 lalu, mendapatkan hasil. Pekan ini, diplomasi masalah sawit di Eropa ini sedang berlangsung", jelas legislator asal Jateng ini.

Lebih lanjut dijelaskan Hamid, pelaku usaha sawit di Indonesia kebanyakan pengusaha besar. Namun harus diakui bahwa sawit ini merupakan komoditas yang menyumbang penerimaan negara cukup besar di sektor nonmigas. Pada tahun 2018 saja, nilai ekspor sawit mencapai US$ 17,89 miliar dan berkontribusi hingga 3,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Komoditas sawit ini telah membantu 10 juta orang keluar dari garis kemiskinan sejak 2000. Diperkirakan 1,3 juta orang yang hidup di pedesaan keluar dari garis kemiskinan secara langsung berkat kelapa sawit. Semoga Indonesia memenangkan negosiasi komoditas sawit ini di Eropa", papar Hamid.

Sebelumnya, tepatnya pada 2019, Uni Eropa mengesahkan proposal energi yang menghapus pemakaian minyak nabati atau biofuel yang bersumber dari kelapa sawit. Kebijakan ini memukul ekspor kelapa sawit Indonesia yang selama ini menyasar pasar Eropa. (rud/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#dpr ri #forum wto #sawit indonesia #ekspor #hamid noor yasin #fraksi pks #komisi tv