"Cadangan pangan kita mampu untuk mencukupi kebutuhan selama tujuh bulan," kata Ganjar, usai rapat bersama jajarannya, Senin (16/3).
Dalam rapat tersebut, pemprov fokus membahas dampak ekonomi akibat merebaknya virus korona (Covid-19). Salah satu yang dibahas intens adalah sektor pangan. Ganjar mengatakan kebutuhan pangan utama di Jawa Tengah adalah beras.
"Beras di Bulog masih bisa untuk tujuh bulan. Dilambal lagi, April nanti kita akan panen 1,6 juta ton," papar Ganjar.
Selain beras, cadangan pangan yang dimiliki Jateng adalah jagung sebanyak 1,7 juta ton. Panen raya jagung juga akan dilaksanakan pada April, yang mencapai 1,7 juta ton.
Sementara cadangan yang menipis adalah gula pasir dan bawang putih yang masing-masing tinggal 500 ton. Dengan jumlah tersebut, cadangan gula pasir dan bawang putih hanya akan mampu bertahan sampai tujuh hari.
Namun, menurut Ganjar, kekurangan tersebut bisa segera teratasi. Disebutkan, keran impor mulai dibuka karena Tiongkok telah membuka diri.
"Kita utamakan untuk bawang putih dan gula. Tapi untuk gula sebenarnya kita punya subtitusinya, yaitu gula aren atau gula semut," kata Ganjar.
Gula aren maupun gula semut bisa jadi alternatif pengganti gula pasir. Terutama bagi UMKM yang produksinya memanfaatkan gula. Apalagi produksi gula semut maupun gula aren di Jateng cukup tinggi.
"Tadi Pak Wagub (Gus Yasin) usulannya sangat bagus untuk subtitusi gula itu. Momen ini, selain kita menghadapi musibah, juga sebenarnya menguji seberapa kuat ketahanan pangan kita. Tetap tenang, kalau terjadi hal darurat kita siap pangan kita," tandas Ganjar. (bay/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra