Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

UKM Konveksi Jateng Ramai-Ramai Bikin APD, 10 Ribu Coverall Per Hari

Perdana Bayu Saputra • Kamis, 2 April 2020 | 23:18 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melihat APD yang diproduksi UKM-UKM konveksi di Jateng.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melihat APD yang diproduksi UKM-UKM konveksi di Jateng.
SEMARANG – Upaya untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan pasien Covid-19, terus dilakukan. Kali ini, para pelaku usaha kecil menengah (UKM) bidang konveksi di Jawa Tengah ramai-ramai banting setir, memproduksi APD berupa coverall.

Para UKM ini merupakan binaan Bank Jateng. Sebagian besar dari Klaten, yang sehari-hari memproduksi baju lurik dan batik. Mengetahui fakta bahwa banyak rumah sakit yang kekurangan APD, Bank Jateng menawarkan program kepada para pelaku UKM untuk membuat APD.

Tak disangka, antusiasme dari kalangan UKM cukup besar. Dalam sehari gabungan UKM di bidang konveksi ini mampu memproduksi 10 ribu coverall per hari.

"Saya orang yang dari awal meyakini, ketika produksi pabrikan begitu mahal dan sulit, pasti akan muncul kekuatan-kekuatan dalam negeri. Saya berterima kasih pada pelaku usaha yang mau membantu penyediaan APD ini, " kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai melihat contoh coverall yang dibawakan Bank Jateng di Puri Gedeh, Rabu (1/4).

Untuk kualifikasinya, Ganjar mengatakan, sudah memenuhi standar minimal, yaitu tahan air atau waterproof. "Kualitasnya relatif cukup bagus. Tinggal nanti kita cek ke ahli, kalau yang seperti ini cukup atau tidak. Tapi jika kita bandingkan dengan jas hujan, pasti ini jauh lebih baik," katanya.

Selain coverall, UKM-UKM tersebut juga memproduksi masker dengan kualitas waterproof. Menurut Ganjar, APD produksi UKM tersebut bisa dijadikan alternatif di saat stok barang dari pabrikan justru langka dan harganya melambung.

"Kalau kita bisa menggerakkan masyarakat semua yang terpaksa keluar rumah harus pakai masker, maka ini bisa diproduksi. Ini harganya paling Rp 2 ribu – Rp 3 ribu. Produknya tidak terlalu buruk, tapi bisa jadi alternatif jika rumah sakit atau puskesmas memerlukan," pungkas Ganjar. (bay/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#usaha kecil menengah #bang jateng #jateng #produksi alat pelindung diri #masker waterproof #ganjar pranowo