“Ini tadi malam datangnya, sebanyak 62.560 dosis. Ini bertahap dan Alhamdulillah sudah kami siapkan semuanya, termasuk nanti sistem distribusinya ke daerah sampai ke penerima,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengecek vaksin Sinovac di gudang Dinas Kesehatan Pemprov Jateng di Kawasan Industri Tambakaji Semarang, Senin (4/1).
Ganjar menerangkan, proses vaksinasi rencananya dilakukan pada 14 Januari. Target pertama adalah untuk tenaga kesehatan dan personel penunjang di seluruh fasilitas kesehatan. Total ada 177.784 nakes. Kemudian, tahap kedua untuk pelayanan publik seperti TNI/Polri, satpol PP, petugas bandara, pelabuhan, KA, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat sebanyak 1,1 juta.
“Setelah itu, untuk masyarakat rentan pada tahap ketiga sebanyak 11,4 juta, dan tahap keempat untuk masyarakat umum lainnya 6,04 juta, serta masyarakat lain termasuk pelaku ekonomi 4,5 juta,” jelasnya.
Secara aturan, lanjut Ganjar, ketentuan tentang vaksinasi ini memang tidak gampang. Pengelolaannya harus sangat berhati-hati dan rantai dingin vaksin harus benar-benar terjaga. “Istilahnya harus ada rantai dingin, mulai dari sini sampai ke kabupaten/kota, puskesmas bahkan sampai ke orangnya harus menggunakan tempat khusus. Ini nggak boleh putus agar vaksinnya tidak rusak. Kami sudah siapkan pengelolaan dengan hati-hati sambil menunggu jadwal-jadwal kedatangan berikutnya,” jelasnya.
Untuk tahap pertama ini, sudah didata penerimaan di masing-masing daerah. Sebanyak 35 kabupaten/kota sudah dihitung distribusi vaksin tahap awal ini.
“Sudah ada tabelnya dari 35 kabupaten/kota penerima vaksin ini. Terbanyak kalau saya lihat di Kota Semarang, kemudian Solo dan Banyumas. Itu yang rata-rata jumlahnya di atas 10.000 dosis,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo menambahkan, setelah kedatangan vaksin tahap pertama ini, pihaknya segera menata proses distribusi. Diharapkan, dalam waktu singkat vaksin dapat didistribusikan ke daerah.
“Segera nanti kami distribusikan. Dalam waktu 1-2 hari akan kami distribusikan ke kabupaten/kota,” jelasnya.
Persiapan di kabupaten/kota, lanjut dia, juga sudah matang. Rantai dingin vaksin sudah disiapkan termasuk vaksinator di masing-masing tempat juga sudah dilatih.
“Semuanya sudah kami siapkan, jadi bisa langsung jalan termasuk rantai dinginnya karena vaksin ini harus disimpan dalam suhu 2-8 derajat. Untuk kedatangan vaksin selanjutnya, kami belum tahu jadwal datang lagi vaksinnya kapan, karena kebijakan itu dari pusat,” ujarnya.
Di bagian lain, gubernur mengimbau masyarakat agar tak percaya pada hoaks terkait vaksin. Pasalnya, kabar kedatangan vaksin Sinovac ke Jateng kemarin langsung diikuti kabar hoaks yang meresahkan. Ganjar meminta masyarakat mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
“Terkait dengan vaksin, sudah ikuti saja ketentuan dari pemerintah. Bahkan, tadi kami dengan DPRD sedang bicara, termasuk dengan Majelis Ulama Indonesia. Malah yang menarik dari MUI Jateng meminta tolong para kiai diprioritaskan,” ucap Ganjar.
Ganjar menjelaskan, tidak semuanya bisa langsung mendapatkan vaksin. Menurutnya, sudah ada urutan-urutan serta prioritas penerima vaksin. Yakni, pertama untuk tenaga medis.
“Dan tidak setiap orang hari ini bisa divaksin, karena tenaga medis jadi prioritas. Yang kedua itu ada batasan umur sehingga tidak serta merta karena jumlah di awalnya masih terbatas,” jelas Ganjar.
Dari fakta tersebut, Ganjar kembali menegaskan agar masyarakat tidak percaya pada hoaks. Jika menemukan ajakan-ajakan atau berita meragukan, Ganjar meminta masyarakat bertanya kepada pemerintah.
“Jadi masyarakat jangan mempercayai hoaks, bisa bertanya kepada pemerintah. Lebih baik tanya pada kita, pada pemerintah karena semua itu ada ketentuannya,” tandas Ganjar. (ves/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra