Hal itu terlihat saat Ganjar ke lapangan, mengecek penyaluran bantuan sosial tunai (BST) di sejumlah daerah di Jateng. Orang nomor satu di Jateng itu menggunakan mobil Nissan Navara warna hitam dengan logo BPBD.
Memang kemana mobil Innova Ganjar? Apakah Ganjar sudah bosan dengan mobil kesayangannya itu?
Sopir Ganjar, Arfan saat ditemui di Solo, Rabu (4/8) mengatakan, Ganjar memang memintanya membawa mobil Navara dan mengistirahatkan mobil Innova untuk sementara. Bukan karena bosan, karena Ganjar ingin mobil yang lebih besar dan memiliki bagasi untuk membawa sejumlah sembako.
"Bapak yang minta ganti Navara. Katanya biar bisa membawa sembako di bagasi," kata Arfan.
Mobil Navara yang dinaiki Ganjar itu memang membawa sejumlah barang di bagasi belakang. Ada beras, minyak goreng, mi instan, sardine, vitamin dan berbagai kebutuhan lain. Barang-barang itu selalu diberikan Ganjar kepada warga yang membutuhkan.
Misalnya saat ia melihat pembangunan RTLH di Grobogan, Selasa (3/8) lalu. Ganjar langsung meminta ajudannya menurunkan beras dan sembako lainnya untuk diberikan kepada warga yang rumahnya baru diperbaiki.
Begitu juga saat Ganjar menengok warga Solo yang baru mendapat bantuan RTLH. Ganjar juga meminta ajudannya menurunkan sembako dari mobil untuk diberikan pada warga di sana. Kemudian saat mengecek pembagian bantuan sosial tunai (BST) di Boyolali, Ganjar meminta ajudannya memberikan beras kepada warga lansia yang mengambil bantuan.
Salah satu penerima beras dari Ganjar adalah Sukiyem, warga Boyolali. Saat mengambil BST di kantor kecamatan, Sukiyem sempat ditanya Ganjar perihal uang bansos akan digunakan untuk apa.
"Ngge tumbas uwos, Pak (buat beli beras pak)," katanya.
Ganjar langsung menawari Sukiyem untuk diberikan beras. Sejumlah pejabat yang ada di sekitarnya kebingungan karena tak melihat Ganjar membawa beras.
"Itu mobil saya sekarang saya isi beras, sembako dan lainnya. Buat bantu-bantu masyarakat. Mas, tolong mbahnya ini dikasih beras ya," kata Ganjar pada ajudannya.
Kebiasaan Ganjar selama ini sudah dihafalkan Argan, sopir pribadinya. Sehingga, setiap ada jadwal Ganjar kunjungan ke luar kota, dirinya selalu sibuk menyiapkan sembako di mobil itu.
"Jadi kalau bapak mau kunjungan ke daerah-daerah, saya selalu menyiapkan sembako di mobil. Soalnya pasti ditanyakan saat ada warga yang membutuhkan, bapak selalu kasih," imbuh Arfan.
Tapi ada hal yang menarik diceritakan Arfan. Setiap naik mobil Navara, Ganjar selalu duduk di kursi depan samping sopir. Sementara kursi tengah, digunakan duduk ajudannya.
Seringkali ada kepala daerah yang kecele saat menyambut Ganjar. Mereka berdiri di samping pintu tengah bagian mobil. Sementara yang keluar dari dalam malah ajudannya.
"Sering sekali seperti itu. Bapak senyum-senyum saja saat keluar dari pintu depan," ungkap Arfan. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria