Lantaran adanya upacara persemayaman ini, kegiatan revitalisasi Pura Mangkunegaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun untuk sementara diberhentikan dulu.
"Galian saluran air kami suruh tutup semua. Meskipun belum selesai, tetap tutup semua. Daripada tamu yang takziah gejeglong," ungkap Plt Pengageng Kabupaten Mandrapura Pura Mangkunegaran Supriyanto Waluyo.
Diketahui, SIJ KGPAA Mangkunegara IX wafat pada usia 70 tahun di Jakarta pada 02.50 WIB, Jum'at (13/8) dini hari. Dan saat ini jenazah tengah dibawa ke Kota Solo.
"Jenazah beliau sedang dibawa ke Solo jalur darat. Di perkirakan sampai sini sore hari," tambahnya.
Supriyanto menegaskan bahwa penyebab meninggalnya SIJ KGPAA Mangkunegara IX bukan karena Covid-19, namun karena sepuh dan beliau diketahui punya riwayat penyakit jantung.
"Pakai upacara adat mataram (mangkunegaran). Secara garis besar sama dengan masyarakat Jawa. Cuma karena ini raja ada perbedaan. Dimakamkan di Astana Girilayu Matesih Karanganyar. Pemakaman menunggu keluarga. Nanti keluarga yang memutuskan," tuturnya.
Sementara itu, tamu yang hadir belum ada konfirmasi. Pembatasan tamu belum diputuskan. "Kami tetap mengikuti protokol kesehatan (prokes) dari pemerintah. Untuk pelayat ini mau dibahas di rapat," ujarnya.
Wafatnya SIJ KGPAA Mangkunegara IX pastinya membawa duka terdalam. Menurut Supriyanto, raja yang dilantik pada 1988 ini merupakan sosok yang arif dan bijaksana selama memimpin Pura. "Sama orang cilik sangat ngajeni," katanya. (nis/dam) Editor : Damianus Bram