Jika melihat data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) per 23 Agustus 2021, total kasus aktif Covid-19 secara nasional tercatat sebanyak 290.518 kasus. Wilayah di luar Jawa-Bali berkontribusi sebesar 52,3 persen. Sisanya di Jawa-Bali sebanyak 47,7 persen.
Per 23 Agustus, penurunan kasus aktif secara nasional sebesar 35,17 persen, dibandingkan 9 Agustus. Penurunan kasus terjadi di seluruh wilayah, di mana penurunan tertinggi terjadi di wilayah Nusa Tenggara sebesar 47,07 persen. Diikuti Jawa-Bali turun 42,2 persen; Kalimantan 31,30 persen; Sumatera 25,72 persen; Sulawesi 21,02 persen; dan Maluku & Papua 18,86 persen.
Tingkat kesembuhan recovery rate nasional mencapai 89,52 persen. Namun lebih tinggi dari global yang sebesar 89,48 persen. Kesembuhan per wilayah adalah Jawa-Bali sebesar 91,59 persen; Nusa Tenggara 89,51 persen; Kalimantan 86,54 persen; Sulawesi 85,02 persen; Sumatera 84,40 persen; dan Maluku & Papua 79,16 persen.
Sedangkan untuk tingkat kematian (CFR) per 23 Agustus 2021, memang masih terdapat beberapa daerah yang dengan persentase di atas nasional yang sebesar 3,19 persen (CFR Global 2,09 persen). Data CFR per wilayah yang masih di atas nasional adalah Jawa-Bali 3,33 persen dan Sumatera 3,27 persen. Sementara yang sudah di bawah CFR nasional adalah Kalimantan 3,04 persen; Sulawesi 2,41 persen; Nusa Tenggara 2,20 persen; dan Maluku & Papua 1,55 persen.
Tingkat keterisian TT (BOR) sudah membaik. Secara nasional BOR TT Covid-19 cukup rendah yaitu hanya 32,9 persen (BOR isolasi 31,5 persen dan BOR Intensif 46,9 persen). Untuk daerah Luar Jawa-Bali, angka BOR 41,6 persen, dan tidak ada yang melebihi 60 persen.
Sedangkan untuk wilayah Jawa-Bali BOR sebesar 27,7 persen. Untuk menjaga BOR masih dapat dilakukan dengan meningkatkan konversi TT untuk Covid-19 dan penyediaan fasilitas isolasi terpusat (isoter). Termasuk penggunaan kapal Pelni (khusus untuk isoter luar Jawa – Bali).
Untuk isoter luar Jawa-Bali tersedia kapasitas 42.519 TT dengan BOR 27 persen (per 21 Agustus 2021). Sementara, isoter Kapal Pelni tersedia lebih dari 3.500 TT (3.596 TT) yang tersebar di enam wilayah. Yaitu Medan (KM Bukit Raya) 463 TT, Lampung (KM Lawit) 437 TT, Makassar (KM Umsini) 849 TT, Bitung (KM. Tatamailau) 458 TT, Sorong (KM. Sirimau) 460 TT, dan Jayapura (KM. Tidar) 929 TT.
Untuk luar Jawa Bali juga ada perkembangan level asesmen yang sedikit membaik. Di mana level asesmen provinsi, yang level 4 mengalami penurunan dari 11 provinsi menjadi tujuh provinsi. Sedangkan di tingkat kabupaten/kota juga ada perbaikan. Yakni level 4 mengalami penurunan dari 132 kabupaten/kota menjadi 104 kabupaten/kota. Level 3 bertambah dari 215 kabupaten/kota menjadi 234 kabupaten/kota. Kemudian level 2 juga tambah dari 39 kabupaten/kota menjadi 48 kabupaten/kota.
Dari 45 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM level 4 (periode 9-23 Agustus 2021), terdapat 11 kabupaten/kota yang membaik dan turun level asesmennya dari level 4 menjadi 3. Yaitu Bengkulu Utara, Merangin, Barito Kuala, Tulang Bawang Barat, Lampung Selatan, Lampung Barat, Ende, Sikka, Siak, Rokan Hulu, dan Dumai. Sedangkan sisa 34 kabupaten/kota lainnya masih tetap berada di level asesmen 4 dan ditetapkan untuk menerapkan PPKM level 4 pada periode 24 Agustus – 6 September 2021.
“PPKM ini akan terus berlaku selama pandemi. Penentuan levelnya akan menyesuaikan dengan kondisi dan perkembangan di masing-masing daerah. Berlaku setiap satu sampai dua minggu sekali, berdasarkan rapat evaluasi yang dipimpin langsung oleh presiden setiap minggunya,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers evaluasi dan penerapan PPKM secara virtual di Jakarta, Senin (23/8) malam. Konferensi pers juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Untuk mobilitas masyarakat, mengalami penurunan cukup tajam selama periode 1 Juli sampai 18 Agustus 2021. Namun kembali melandai dalam beberapa hari terakhir. Sehingga perlu ditekan kembali agar mobilitas masyarakat dapat dikendalikan sehingga penambahan kasus bisa minimal.
Khusus untuk 45 kabupaten/kota PPKM level 4 luar Jawa-Bali, selama Agustus ini sudah terjadi penurunan mobilitas, namun belum sesuai target. Masih terdapat 19 kabupaten/kota dengan penurunan mobilitas yang masih kurang dari 10 persen. Bahkan delapan daerah lebih tinggi dari normal (baseline). Yaitu Pematang Siantar, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bandar Lampung, Jayapura, Sumba Timur, dan Kota Kupang. Namun demikian, terdapat tiga kabupaten/kota yang penurunannya sudah cukup signifikan atau lebih besar dari 30 persen. Yaitu Kutai Kartanegara (41,3 persen), Palu (34,4 persen), dan Bengkulu Utara (34,0 persen).
Selain itu, program vaksinasi nasional per 22 Agustus 2021 telah disuntikkan sebanyak 90,61 juta dosis. Terdiri dari 57,96 juta suntikan pertama dan 32,2 juta dosis suntikan kedua, serta 448,95 ribu suntikan ketiga (untuk para nakes).
“Untuk melaksanakan strategi menjaga keseimbangn antara aspek Kesehatan (penanganan Covid-19) dan aspek pemulihan ekonomi (menyeimbangkan “gas dan rem”), pemerintah melakukan beberapa penyesuaian dalam pengaturan mobilitas dan aktivitas masyarakat dalam PPKM level 4 di luar Jawa Bali. Yang harus diingat bahwa seluruh aktivitas/kegiatan harus menerapkan prokes secara ketat dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi,” jelas Airlangga.
Beberapa penyesuaian pengaturan untuk PPKM level 4 di luar Jawa Bali, antara lain:
- Tempat kerja/perkantoran dapat melakukan WFO maksimal 25 persen dari kapasitas, dengan prokes secara ketat, dan bila menjadi klaster akan ditutup selama lima hari.
- Tempat ibadah dapat mengadakan kegiatan peribadatan, maksimal 25 persen dari kapasitas atau maksimal 30 sampai 50 orang dengan prokes secara ketat, dan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama.
- Restoran/kafe diperbolehkan makan di tempat, dengan maksimal 25 persen kapasitas, dua orang per meja, dan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00.
- Pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50 persen dari kapasitas, jam operasional pukul 10.00-20.00, menggunakan aplikasi Peduli Lindungi atau penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah daerah.
- Fasilitas umum (area publik, taman/tempat wisata umum) diizinkan beroperasi 25 persen dari kapasitas, menggunakan aplikasi Peduli Lindungi atau penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah daerah.
- Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan diizinkan beroperasi 25 persen dari kapasitas, menggunakan aplikasi Peduli Lindungi atau penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah daerah.
- Resepsi pernikahan dan hajatan (kemasyarakatan) maksimal 25 persen dari kapasitas atau 30 orang, tidak ada hidangan makanan di tempat, dengan penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh pemerintah daerah.
- Industri orientasi ekspor dan penunjangnya, dapat beroperasi 100 persen, penerapan protokol kesehatan secara ketat. Apabila menjadi klaster baru Covid-19, maka akan ditutup selama lima hari.
Realisasi Program Perlindungan Sosial (Perlinsos), pemerintah telah menyalurkan program bantuan beras Bulog 10 kilogram per kepala keluarga di 2021, dengan target 28,8 juta keluarga. Untuk tahap pertama selesai disalurkan 20 juta keluarga. Kemudian tahap kedua sebanyak 8,8 juta keluarga dalam proses penyaluran. Bantuan Subsidi Upah (BSU) Rp 1 juta per pekerja dengan target 8,8 juta sektor nonkritikal di PPKM level 3 dan 4 disalurkan dalam lima tahap. Untuk tahap pertama telah selesai disalurkan untuk 947.669 penerima, dan tahap kedua untuk 1,25 juta pekerja. Sudah mulai disalurkan sejak 19 Agustus 2021.
Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) per 11 Ags 2021 sudah terealisasi Rp 14,21 triliun untuk 11,84 juta pelaku usaha mikro (92,52 persen dari total anggaran Rp 15,36 triliun). Lalu, Kartu Prakerja batch 18 yang pendaftarannya sudah berakhir pada 19 Agustus 2021 diperoleh jumlah pendaftar 3.181.661 dan akan diterima 800.000 orang.
“Jumlah pendaftar Kartu Prakerja untuk batch 1 sampai 18 di 2021 adalah 67,6 juta orang. Pada semester I 2021 (batch 12-17), jumlah penerimanya sebanyak 2.772.880 orang. Dan pada semester II 2021 (batch 18 dan seterusnya) jumlah penerimanya ditargetkan sebanyak 3,1 juta orang, dengan penambahan anggaran Rp 1,2 triliun,” tutup Airlangga. (rep/fsr/hls) Editor : Syahaamah Fikria