Pelaksanaan vaksinasi hasil kerja sama tim medis TNI AD dan TNI AL ini menargetkan sebanyak 1.200 orang penerima. Dengan menggunakan vaksin Sinovac, pelaksanaan vaksinasi ini didukung enam tim vaksinator.
“Antusiasme peserta vaksinasi di Sekolah Sutomo ini menunjukkan keinginan besar anak-anak untuk segera mengikuti sekolah secara tatap muka,” ujar Menko Airlangga.
Menutup agenda kunjungan kerja di Provinsi Sumatera Utara, masih di Kota Medan, Airlangga yang didampingi Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM M. Rudy Salahuddin kembali bertemu dan berbincang dengan peserta program Kartu Prakerja.
Program Kartu Prakerja telah membawa banyak manfaat dalam masa pandemi saat ini. Terutama untuk membantu para pengusaha UMKM yang ingin meningkatkan keahliannya sekaligus mendapatkan tambahan permodalan dari insentif Kartu Prakerja. Selain itu, juga membantu mereka yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19.
Secara nasional, mulai gelombang 1 hingga 19, program Kartu Prakerja telah menerima sebanyak 10.081.935 orang, dari total pendaftar sejumlah 69.311.037 orang. Sementara, dilihat dari total peserta penerima program Kartu Prakerja gelombang 1-19 di Sumatera Utara, provinsi ini mencatat jumlah peserta terbanyak di luar Pulau Jawa, yakni sebanyak 398.138 orang. Kota Medan juga merupakan kota dengan penerima manfaat yang terbanyak dibandingkan seluruh kota di Pulau Sumatera, yakni sebanyak 108.827 orang.
Berdasarkan survei evaluasi, karakteristik peserta program Kartu Prakerja di Sumatera Utara terdiri dari 50 persen jenis kelamin pria dan 50 persen jenis kelamin wanita. Sebanyak 90 persen menganggur saat mendaftar, dan sebanyak 86 persen belum pernah mengikuti pelatihan.
Berdasarkan usia, rentang umur antara 26-35 tahun mendominasi peserta Kartu Prakerja di Sumatera Utara, yakni sebesar 40 persen. Rinciannya, peserta dengan rentang usia 18-25 tahun sebanyak 26 persen, usia 36-45 tahun sebanyak 18 persen, usia 46-55 tahun sebanyak 11 persen, dan usia di atas 55 tahun 5 persen.
Adapun kategori pelatihan yang paling diminati secara berturut-turut di antaranya penjualan dan pemasaran, gaya hidup, makanan dan minuman, manajemen, dan bahasa asing.
Dalam kesempatan berdialog dengan Menko Airlangga, satu per satu dari tujuh orang peserta program Kartu Prakerja menceritakan pengalamannya saat mengikuti program Kartu Prakerja.
Elsa, salah seorang peserta Kartu Prakerja gelombang 15 yang berasal dari Medan Johor, Kota Medan mengatakan, sebelumnya dia bekerja sebagai karyawan swasta. Namun, pandemi Covid-19 pada April 2020 membuat dia terkena PHK. Berbekal informasi tentang program Kartu Prakerja dari seorang teman, Elsa mencoba mendaftar. Dan, akhirnya diterima menjadi peserta setelah sempat gagal mencoba beberapa kali.
Setelah diterima menjadi peserta, Elsa mengambil tiga pelatihan yang terkait dengan kegiatan bisnis UKM. Dana insentif yang diterima digunakan untuk modal usaha. Saat ini, kegiatan Elsa menjual minuman sari kacang hijau secara online. Dia merasa pelatihan yang diikuti sangat bermanfaat bagi usahanya. Omzet penjualan pun dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Jika membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan usaha, dapat memanfaatkan KUR yang bunga pinjamannya rendah,” papar Menko Airlangga. (ag/fsr) Editor : Syahaamah Fikria