Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Ketua Dekranasda Jateng: Perajin Harus Mau Manfaatkan E-Commerce

Syahaamah Fikria • Selasa, 21 September 2021 | 22:45 WIB
Ketua Dekranasda Jawa Tengah Siti Atikoh meninjau produk furniture peserta UKM Virtual Expo di Bank Jateng Cabang Surakarta, Selasa (21/9).
Ketua Dekranasda Jawa Tengah Siti Atikoh meninjau produk furniture peserta UKM Virtual Expo di Bank Jateng Cabang Surakarta, Selasa (21/9).
SOLO - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh mengimbau para perajin peka terhadap selera pasar. Mereka juga harus bisa melakukan respons cepat terhadap perubahan teknologi, terutama di era pandemi ini.

Menurut Atikoh, kreativitas dan kualitas kerajinan asal Jawa Tengah sangat mumpuni untuk menembus pasar lokal, bahkan mancanegara. Dia berharap pelaku UMKM mau terus belajar dan memahami apa yang dibutuhkan konsumen.

“Pola komunikasi konsumen dan perajin harus dibangun secara intens. Selain memenuhi ekspektasi pembeli, hal itu dimaksudkan untuk melakukan survei terhadap apa yang sedang tren di pasaran,” tutur Atikoh usai berbicara dalam rangkaian UKM Virtual Expo di Bank Jateng Cabang Surakarta, Selasa (21/9).

Apalagi di era pandemi Covid-19, pameran dan aktivitas berjualan secara offline sangat jarang digelar. Menghadapi hal ini, para perajin tak boleh tidak begitu saja menyerah. Justru momentum ini bisa dijadikan peluang untuk berani beralih ke media promosi digital. Apalagi pemasaran online bisa menjangkau pasar yang lebih luas dengan mudah.

"Selama pandemi, kami dari Dekranasda kesulitan memfasilitasi UMKM terkait pameran konvensional. Lalu kami jembatani dengan pameran virtual. Sebelumnya fashion, kini furniture dan home decor. Ini potensinya luar biasa, baik di pasar lokal maupun internasional," terang Atikoh.

Dekranasda pun menggandeng pihak ketiga untuk pemberdayaan perajin dan promosi. Seperti Bank Indonesia maupun kedutaan Indonesia di luar negeri.

"Mau tidak mau, suka atau tidak suka kita harus memanfaatkan e-commerce," ucap Atikoh.

Senada, Ketua Dekrasnada Kota Solo Selvi Ananda mengatakan, perajin khususnya furniture harus berani berubah. Di Solo, ada sekitar 150 IKM furniture dan kayu.

“Di masa pandemi, karena tidak bisa menggelar pameran konvensional, kita ubah jadi pameran visual Techno Link. Di sana akan ada bussiness matching yang mempertemukan perajin dan buyer," terang istri Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ini. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#dekranasda #ukm virtual expo #umkm #e-commerce #siti atikoh