Dua wisma atlet yang menjadi base camp atlet-atlet Jateng dikunjungi Ganjar hari ini. Yakni wisma atlet sepak takraw dan wisma atlet paralayang. Selain menengok atlet Jateng, Ganjar juga mampir ke kamar-kamar wisma atlet provinsi lain yang berada satu gedung dengan mereka.
Seperti saat mengecek wisma atlet paralayang, Ganjar menyempatkan diri menengok atlet dari Jawa Barat dan Banten yang tinggal satu gedung dengan atlet paralayang Jateng. Sama dengan saat bertemu atlet Jateng, Ganjar bertanya tentang kenyamanan tempat tinggal mereka di wisma atlet itu, mulai dari makanan, pelayanan hingga tempat istirahat.
"Gimana kabarnya? Makanan di sini enak tidak? Kalau tidak enak, langsung bilang ke pengelola hotel ya, biar diganti," sapa Ganjar pada atlet Jabar.
Saat berkunjung ke kamar atlet Banten, Ganjar mendapat curhat tentang salah satu AC kamar yang mati. Ganjar pun langsung masuk ke kamar tersebut. Benar saja, udara dalam kamar cukup panas, sehingga membuat tak nyaman.
"Iya, panas. Itu mati sudah lama AC-nya. Pengelola yang dari hotel mana, coba panggilkan," ucap Ganjar.
Tak lama, seorang manager hotel yang memang ditugaskan untuk melayani para atlet pun datang. Kepada pengelola itu, Ganjar meminta agar AC di kamar atlet paralayang Banten itu segera diperbaiki.
"Tolong segera diperbaiki ya, Pak. Kasihan ini panas soalnya. Nggak nyaman. Kita harus memberikan pelayanan terbaik pada atlet-atlet kita ini," ucapnya.
Aksi Ganjar ini mendapat apresiasi dari atlet dan official paralayang Banten. Mereka tidak menyangka, Ganjar mau datang menengok ke wisma atlet Banten saat mengunjungi atlet Jateng.
"Waduh, luar biasa rasanya. Saya sampai merinding. Nggak nyangka mau datang ke sini (wisma atlet Banten). Saya pikir cuma ke Jateng saja. Memang beliau itu care sekali sama atlet patriot olahraga. Beliau ini memang tokoh nasionalis, peduli pada semua," kata Manager Paralayang Banten Asep Renggana.
Aksi cepat Ganjar menyelesaikan persoalan yang dihadapi juga membuatnya terharu.
"Tadi soal AC, beliau Pak Ganjar langsung menegur manager hotelnya. Karena memang salah satu AC di kamar kami mati. Kami senang sekali bisa dibantu," kata Asep.
Sementara itu, kunjungan Ganjar ke wisma atlet sepak takraw dan paralayang membuat para atlet-atlet Jateng termotivasi. Mereka mengaku tambah semangat untuk memberikan hasil yang terbaik.
"Senang sekali rasanya, didatangi Pak Ganjar. Ini menambah moril kita untuk lebih semangat lagi besok dalam menghadapi laga semifinal. Semoga besok masuk final dan bisa meraih emas," kata Dini Mita Sari, kapten tim sepak takraw Putri Jateng.
Hal senada juga disampaikan atlet paralayang Jateng, Hening Paradigma. "Ini bentuk perhatian beliau. Dan ini menaikkan motivasi sekaligus moral kita saat bertanding. Kami jadi semakin optimistis untuk meraih target dalam perhelatan ini. Untuk kami di paralayang, targetnya tiga emas," papar Hening. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria