Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kontroversi Soal Kemenag Hadiah untuk NU, Ini Klarifikasi Menag Yaqut

Syahaamah Fikria • Senin, 25 Oktober 2021 | 19:52 WIB
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (ANTARA)
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. (ANTARA)
RADARSOLO.ID - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengklarifikasi pernyataannya soal Kementerian Agama (Kemenag) merupakan hadiah negara untuk Nahdlatul Ulama (NU). Dia mengatakan, ucapannya itu semata-mata untuk memantik semangat para santri dan pondok pesantren pada acara internal.

"Pertama, saya sampaikan di forum internal, intinya adalah memberi semangat kepada para santri dan pondok pesantren," ujar Yaqut di Solo, Senin (25/10).

Sebelumnya, pernyataan Yaqut tersebut mengundang berbagai reaksi di media sosial. Bahkan, PBNU tak sepakat dengan apa yang disampaikan pria yang juga menjabat sebagai ketua Banser itu.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia merupakan milik semua orang dan Kemenag adalah milik semua agama di Indonesia.

Yaqut mengatakan, pernyataan itu hanya di forum internal yang seharusnya tidak menjadi masalah. Sebab, tujuannya hanya memberikan motivasi kepada para santri saja.

Bahkan, dia mengibaratkan pernyataannya seperti pasangan suami-istri yang mengatakan bahwa dunia milik berdua.

"Itu sama, kira-kira ketika kalian semua ini dengan pasangannya masing-masing melihat rembulan di malam hari, (mengatakan) dunia ini milik kita berdua, yang lain cuma 'ngekos', salah enggak itu? Saya tanya salah enggak itu? Itu karena internal," papar dia.

Menag memastikan bahwa Kemenag tidak hanya untuk NU. Buktinya, kata menag, Kemenag memberikan afirmasi kepada semua agama.

"Semuanya diberikan hak secara proporsional. Ormas juga tidak hanya NU saja. Bahkan, di Kemenag ada Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, itu kader Muhammadiyah. Ada juga Irjen Kemenag yang bukan dari NU," ucap menag.

Menurutnya, karakter dasar dan jati diri NU adalah terbuka dan inklusif. NU hadir untuk memberikan dirinya bagi kepentingan dan maslahat yang lebih besar.

"Karena keterbukaan dan mengedepankan kemaslahatan itu sifat dasar NU," kata dia. (Antara) Editor : Syahaamah Fikria
#kemenag #nu #kemenag hadiah untuk nu #menag #klarifikasi menteri agama #yaqut cholil qoumas