Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Indonesia-Arab Saudi Sinkronkan Tawakalna-PeduliLindungi untuk Umrah

Syahaamah Fikria • Jumat, 29 Oktober 2021 | 00:54 WIB
Sejumlah asosiasi penyelenggara umrah bertemu dengan Konsul Jenderal (Konjen) Arab Saudi di Jakarta Abdullah Muqed Al Mutury di Jakarta, Rabu (27/10). (Istimewa)
Sejumlah asosiasi penyelenggara umrah bertemu dengan Konsul Jenderal (Konjen) Arab Saudi di Jakarta Abdullah Muqed Al Mutury di Jakarta, Rabu (27/10). (Istimewa)
RADARSOLO.ID - Asosiasi penyedia jasa umrah telah menggelar pertemuan dengan Abdullah Muqed Al Mutury selaku Konsul Jenderal Arab Saudi di Jakarta pada Rabu (27/10). Pertemuan membahas tentang persiapan diselenggarakannya umrah tahun ini. Salah satu topik pembahasan adalah sinkronisasi aplikasi umrah Tawakalna milik Saudi dengan PeduliLindungi.

Salah satu yang mengikuti pertemuan itu adalah Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah dan Haji (Ampuh) selaku penyedia jasa umrah dan haji. Dalam pertemuan ini, Pemerintah Arab Saudi akan menggunakan aplikasi Tawakalna sebagai pusat layanan umrah, vaksin, dan beberapa akomodasi pendukung umrah dan haji.

Tawakalna ini akan digunakan untuk jamaah seluruh dunia yang akan melaksanakan umrah dan haji.

“Sinkronisasi data melalui aplikasi Tawakalna dan PeduliLindungi sedang dalam tahap finalisasi,” ungkap Sekjen Ampuh Wawan Suhada.

Untuk masuk ke Arab Saudi mempersyaratkan data vaksinasi Covid-19 bisa dibaca oleh sistem milik Pemerintah Arab Saudi. Sementara ini, data vaksinasi Covid-19 Indonesia belum terbaca di system Arab Saudi.

“Kami selaku travel haji dan umrah berharap Kedubes Saudi di Jakarta memfasilitasi keberangkatan perwakilan travel ke Saudi,” ujar Wawan.

Keberangkatan menggunakan visa yang dikeluarkan oleh Saudi saat ini tanpa harus menunggu visa umrah diterbitkan. Arab Saudi sendiri akan mengakomodasi keberangkatan ini.

Pertemuan kedua negara ini juga membahas penyelenggaraan umrah. Pihak Arab Saudi menunggu pengajuan standar operasional prosedur (SOP) jamaah umrah untuk dievaluasi.

Pihak Saudi juga memberitahukan bahwa pemerintahan mereka hanya menerima beberapa jenis vaksin Covid, di antaranya Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Johnson. Namun tidak perlu khawatir, pengguna vaksin Sinovac dan Sinopharm tetap bisa berangkat umrah. Dengan syarat wajib menggunakan booster vaksin satu kali dengan salah satu dari empat vaksin yang diakui Saudi. (JPG/mga/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#syarat vaksin untuk umrah #umrah #PeduliLindungi #persiapan pembukaan umrah #tawakalna