Hal ini diungkapkan Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agus Suryonugroho saat melakukan monitoring Pos Pelayanan Terpadu Benteng Vastenburg Minggu pagi (26/12). Dirlantas terus intens sidak di wilayah Jateng guna melakukan evaluasi terhadap jalannya Operasi Lilin Candi 2021.
“Sampai saat ini arus lalulintas aman terkendali. Dari perkembangan arus lalin ada kenaikan 13 persen, tapi masih dalam kategori lancar. Harapannya arus balik juga sama," katanya.
Polda Jawa Tengah bersama stakeholder terkait selalu melakukan antisipasi. Seluruh jajaran lantas ditiap satuan wilayah diminta mengantisipasi pontensi adanya konvoi pada malam pergantian tahun.
"Saya juga meminta masyarakat agar tidak merayakan tahun baru dengan berlebihan. Silakan merayakan malam tahun baru bersama keluarga dan kerabat di rumah masing-masing karena kita masih dalam situasi pandemi," ujarnya.
Kabid Lalulintas Dishub Surakarta Ari Wibowo menuturkan, dari pantauan arus baik di lapangan maupun dari CC Room, memang terjadi kenaikan arus kendaraan pada Jumat hingga Sabtu (24-25/12).
"Namun dari pantauan Minggu hingga pukul 13.00 siang arus kendaraan cenderung landai," ujarnya.
Sempat terjadi kepadatan di ruas Jalan Ahmad Yani. Tepatnya di simpang Ringin Semar pada Jumat malam dan Sabtu pagi. Sebab, titik tersebut terdampak pengalihan arus perbaikan Jalan DI Panjaitan. Kemudian sekitar Gereja Purbowardayan sempat padat pada saat jam ibadah. Sebab, ada pertemuan antara kendaraan umum dengan kendaraan jemaat gereja. “Langsung kami lakukan intervensi APILL," urai Ari.
Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi yang melakukan pantauan di Posyan Benteng Vastenburg pada Sabtu (25/12) malam juga memastikan pengamanan Natal di Jawa Tengah berjalan lancar.
"Sejauh ini sangat terkendali. Tidak ada kejadian menonjol. Prokes potokol kesehatan juga sudah sesuai," kata dia.
Dia menyebutkan, pada pengamanan Nataru di Jawa Tengah terdapat 279 pos. Kemudian untuk pos yang khusus di gereja ada 83 pos dari 3.130 gereja.
"Pengamanan untuk Jateng ada 15.900 personel. Sebanyak 1.300 dari TNI. Pengamanan tidak hanya terkait dengan ibadah Natal sampai tahun baru. Tapi sekaligus dalam rangka penanganan Covid-19," lanjut dia.
Guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca Natal dan tahun baru, ada beberapa hal yang ditekankan. Salah satunya, Polda Jateng tidak akan mengeluarkan rekomendasi perizinan terkait keramaian tahun baru. Baik di hotel, fasilitas umum dan tempat lainnya.
Selanjutnya dia memperingatkan pada malam pergantian tahun, tidak dibolehkan adanya arak-arakan. Ini demi penanggulangan Covid-19. “Kalau mau buat kegiatan ya lewat daring," kata dia.
Mantan kapolresta Solo ini juga mengingatkan adanya aksi kriminalitas pada masa Nataru. Kenaikan harga sejumlah bahan pangan serta mobilitas masyarakat yang mulai berjalan normal berpotensi mengundang pelaku kejahatan untuk beraksi kembali.
Meski saat ini Polri banyak terlibat dalam vaksinasi dan operasi kemanusiaan, lanjut kapolda, pengamanan aset milik masyarakat serta kegiatan perekonomian tetap menjadi prioritas Polda Jateng.
"Dulu penjahat takut karena masyarakat tinggal di rumah saja karena penerapan PPKM yang ketat. Saat ini 80 persen kegiatan masyarakat sudah berjalan normal. Ini harus diwaspadai karena pelaku kriminal pastinya sudah melihat peluang untuk beraksi lagi," papar kapolda
Kapolda memerintahkan jajaran satreskrim agar lebih aktif menghidupkan kring serse di wilayahnya. Penggunaan senjata dilaksanakan secara tegas namun terukur sesuai aturan.
Kapolda meminta setiap anggota tetap siaga dan mengatur istirahat secara bergiliran. Hal ini ditujukan untuk menjamin keamanan masyarakat selama masa Nataru.
"Anggota harus all out, jeli mengamati potensi kriminalitas di wilayahnya. Patroli dan amankan kegiatan ibadah dan aset masyarakat sehingga mereka tetap merasa aman selama Nataru," tambahnya. (atn/bun/ria) Editor : Syahaamah Fikria