Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Demi Konten, Enam Remaja Rojali Tewas Gara-Gara Nekat Stop Truk di Tengah Jalan

Syahaamah Fikria • Jumat, 28 Januari 2022 | 01:08 WIB
Jajaran Polresta Bogor Kota berupaya mencegah aksi remaja Rojali berkolaborasi dengan kasat sabhara, kasat binmas, dan para kapolsek. (JPG)
Jajaran Polresta Bogor Kota berupaya mencegah aksi remaja Rojali berkolaborasi dengan kasat sabhara, kasat binmas, dan para kapolsek. (JPG)

RADARSOLO.ID – Data Satlantas Polresta Bogor Kota ini bisa menjadi peringatan bagi anak-anak atau remaja Rojali (rombongan jamaah liar) yang masih nekat melakukan aksi menyetop truk di tengah jalan. Dalam satu tahun terakhir, sedikitnya enam nyawa melayang akibat aksi berbahaya yang dilakukan demi konten media sosial (medsos) itu.

Aksi menyetop truk oleh Rojali ini marak dilakukan di sejumlah titik di Bogor. Aksi berbahaya mengakibatkan sejumlah pelakunya mengalami luka berat, luka ringan hingga tewas. Bahkan, ada korban yang tewas mengenaskan karena terlindas truk.

Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria mengatakan, pihaknya melakukan upaya pencegahan dengan berkolaborasi bersama kasat sabhara, kasat binmas, dan para kapolsek untuk melakukan langkah yang tepat.

“Salah satunya dengan menyambangi tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pengurus sekolah yang ada di Kota Bogor. Sebisa mungkin bersama-sama berpartisipasi membantu menyosialisasikan tentang bahaya aksi remaja Rojali itu,” tutur Galih.

Dengan menyambangi tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pengurus sekolah, kata dia, pesan-pesan bisa tersampaikan kepada para orang tua. Yakni agar lebih mengawasi anak-anaknya. Para remaja diminta agar tidak ikut atau terlibat dalam aksi berbahaya semacam itu.

“Termasuk meminta para pengemudi truk untuk tidak memberikan tumpangan, karena berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” tambah Galih.

Galih juga menambahkan, banyak remaja Rojali yang berdalih ikut pengajian. Padahal, itu hanya untuk mengecoh orang tua atau keluarganya.

“Mereka biasanya membuat konten-konten untuk diunggah ke media sosial dengan mempertaruhkan nyawa, memberhentikan truk yang sedang melaju kencang secara mendadak dan paksa,” jelasnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga gencar mengurangi jatuhnya korban jiwa dengan membagikan selebaran dengan hashtag #stop_rojali. (mam/JPG/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#stop rojali #tewas demi bikin konten #rojali #stop truk #konten medsos