Hal tersebut membuat warga Dusun Sapiyan, Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo Toyo Siti Salimah bersama kelompok peternak sapi berinovasi. Susu murni tak lantas dijual ke pasaran. Para istri peternak sapi ini secara mandiri mengolah susu sapi menjadi olahan yogurt.
"Sebelum 2010, harga jual susu masih rendah, hanya Rp 6 ribu per liter dari peternak. Kalau dikembalikan untuk beli pakan, ya kami tidak punya turahan (untung)," terangnya.
Para anggota kelompok peternak Sapi Sri Kandi Barokah tersebut lantas belajar meningkatkan nilai jual susu. Sebanyak 24 peternak mengajukan pendampingan pada pemerintah. Mereka mendapat ilmu pengolahan susu menjadi yogurt pada 2010.
“Sebelum diolah kalau dijual murni paling dapat Rp 6 ribu - Rp 7 ribu per liter. Kalau sudah diolah menjadi yogurt bisa tembus Rp 32 ribu per liter," ujar Toyo.
Pihaknya telah mengajukan sertifikasi halal ke Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta keamanan produk dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pasarnya juga meluas hingga merambah ke Sragen, Solo, Madiun hingga Cilegon, Banten.
“Dalam sehari kami bisa memproduksi hingga 150 liter susu. Hasil penjualan yogurt ini cukup untuk memenuhi kebutahan sehari-hari. Bahkan kesejahteraan kami juga meningkat," ucapnya. (rgl/wa/ria) Editor : Syahaamah Fikria