Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Melihat Keelokan Panorama Desa Jatisawit yang Juarai Kompetisi Film Dokumenter 

Syahaamah Fikria • Sabtu, 5 Februari 2022 | 20:00 WIB
SYUTING FILM: Hamparan persawahan dengan teraseringnya di Desa Jatisawit, Jatiyoso diabadikan dalam film dokumenter. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
SYUTING FILM: Hamparan persawahan dengan teraseringnya di Desa Jatisawit, Jatiyoso diabadikan dalam film dokumenter. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Desa Jatisawit, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar memiliki panorama alam yang menarik karena berada di lereng Gunung Lawu. Pemuda setempat mengabadikannya dalam film dokumenter untuk menarik wisatawan datang.

Kelompok pemuda dari Dusun Manggal, Desa Jatisawit yang berkolaborasi dengan pemerintah desa berhasil mendapatkan penghargaan festival pembuatan film dokumenter, baik yang digelar pemerintah maupun instansi lainnya.

Kepala Dusun Manggal Widodo, Desa Jatisawit Widodo mengatakan, awal mula pembentukan komunitas film dokumenter ini adalah sejak pandemi Covid-19 menghantam. Kondisi itu memaksa semua orang berada di rumah karena semua kegiatan dibatasi.

”Awalnya teman-teman yang kuliah itu mereka libur dan kuliahnya secara daring, maka terpaksa harus di rumah. Nah karena memiliki potensi desa yang sangat luar biasa, kemudian kami mencoba mengeksplore dengan membuat film. Ternyata saat dilombakan ke sejumlah festival, film yang dibuat berhasil juara,” kata Widodo.

Widodo mengaku, secara letak geografis, Desa Jatisawit belum seindah desa-desa di Kecamatan Tawangmangu maupun Ngargoyoso yang sudah lebih tertata wisatanya. Namun karena tekad masyarakat yang kuat untuk belajar membuat film, serta dukungan dari pemerintah desa, maka sejumlah pemuda membentuk Komunitas Manggal Production.

”Kami membuat Komunitas Manggal Production, kami buat film sendiri untuk dimasukan ke channel YouTube dan Alhamdulillah sudah bisa menghasilkan. Memang kalau secara lokasi alam, kami kemungkinan kalah dengan wilayah yang lain, akan tetapi untuk konsep kemudian proses pembuatan film. Kami bisa unggul dari wilayah lain,” kata Widodo.

Kepala Desa Jatisawit Warso mengaku, dengan melihat potensi sumber daya manusia (SDM) warga Dusun Manggal, pemerintah desa akan memberi dukungan agar lebih berkembang lagi.

Warso mengaku selain kondisi alam persawahan yang bisa dieksplore, beberapa lokasi seperti punden dan tempat bersejarah peninggalan zaman kerajaan berada di Desa Jatisawit.

”Pemerintah desa sangat mendukung untuk bisa dikembangkan menjadi sebuah desa wisata. Semua potensi desa seperti sejarah-sejarah kerajaan maupun makam-makam leluhur dapat diangkat melalui pembuatan film,” terang Warso.

Bahkan, Warso mengharapkan kepada semua perangkat desa ikut dalam pembuatan film. (rud/adi/ria)

  Editor : Syahaamah Fikria
#Potensi Desa #sawah terasiring #film dokumenter #desa jatisawit #jatiyoso