Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ganjar Kembali ke Desa Wadas, Dengarkan Curhatan Warga yang Kontra

Syahaamah Fikria • Senin, 14 Februari 2022 | 05:33 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo disambut hangat warga Desa Wadas, Minggu (13/2).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo disambut hangat warga Desa Wadas, Minggu (13/2).
PURWOREJO - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali datang ke Desa Wadas, Purworejo, hari ini (13/2). Kali ini, Ganjar datang sendirian menemui warga Desa Wadas, tanpa ada pengawalan aparat kepolisian.

Masjid Nurul Huda jadi jujugan Ganjar, yang tiba di desa tersebut sekitar pukul 12.30. Kedatangan Ganjar Iangsung disambut ratusan warga. Mereka menyanyikan Yalal Wathon.

Ganjar disambut ramah dan hangat. Sejumlah warga juga tersenyum saat disalami Ganjar. Tak tampak ada ketegangan dalam pertemuan siang tadi.

Ganjar pun aakhirnya bertemu langsung dan saling menyapa hangat dengan Nurhadi. Dia adalah salah seorang warga Desa Wadas yang diamankan aparat kepolian Polres Purworejo saat bentrok yang terjadi Selasa (8/2) lalu. Video pengamanan Nurhadi pun sempat viral di media sosial. Dan saat akan dipulangkan kembali ke Wadas, beberapa waktu lalu, Nurhadi sempat ngobrol via video call dengan Ganjar.

Dalam pertemuan siang tadi, Ganjar menanyakan kabar dan menawarkan pengobatan karena Nurhadi mengatakan sakit di bagian dada.

"Diperikso ya, dironsen biar ketahuan sakitnya apa," kata Ganjar.

Nurhadi tersenyum mendengar tawaran itu. Namun, dia meminta pada Ganjar untuk diurut saja.

"Ya sudah dipijetke ya. Mas, tulung ini Pak Nurhadi nanti malam dipijetke," usai Ganjar.

Usai melaksanakan salat Duhur, Ganjar kemudian duduk lesehan di teras masjid. Di sana, dia ngobrol dengan warga Wadas. Obrolan itu tampak gayeng. Meski serius, tapi pertemuan itu berlangsung sangat santai. Beberapa kali, Ganjar dan warga tertawa saat ada hal yang lucu yang disampaikan warga dalam pertemuan itu.

Saat ngobrol itu, Ganjar mengawali sambutannya dengan meminta maaf kepada warga Wadas atas kejadian yang kurang menyenangkan pada Selasa (8/2) lalu.

Dalam kesempatan itu, warga secara bergantian menyampaikan uneg-unegnya pada Ganjar. Sejumlah warga banyak menceritakan peristiwa penangkapan yang mereka alami.

"Kami takut Pak, suami saya ditangkap tanpa tahu masalahnya. Sekarang di rumah dan kalau lihat polisi atau pria asing berbaju hitam jadi ketakutan. Setiap hari mengurung diri di rumah, pintu selalu dikunci. Anak-anak juga trauma, Pak," kata Waliyah, salah satu warga.

Warga lain, Ana menceritakan, dia dan sang suami ditangkap pihak kepolisian saat konflik terjadi. Suaminya ditangkap saat sedang berada di perjalanan menuju Purworejo, sementara dirinya ditangkap saat berada di desa.

"Kasihan anak saya Pak, masih kecil. Bagaimana rasanya ditinggal kedua orang tuanya yang ditangkap polisi, Pak. Kami warga masih trauma," papar Ganjar.

Ganjar dengan sabar mendengar cerita-cerita dan tuntutan warga itu. Sebelum mengawali sambutannya, Ganjar meminta maaf atas peristiwa yang terjadi.

"Kulo nyuwun ngapuro kalih panjenengan (saya minta maaf pada bapak/ibu) atas peristiwa yang terjadi. Makanya saya datang ke sini secara langsung. Yang kedua, saya ke sini ingin mendengarkan langsung dari masyarakat dari persoalan yang ada. Saya juga ingin takziah, karena mendengar ada sesepuh di desa Wadas yang meninggal, semoga husnul khotimah," kata Ganjar mengawali obrolan.

Usai mendengarkan keluhan warga, Ganjar mengatakan akan menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan warga. Ganjar berjanji akan mengajak sejumlah pihak yang berkepentingan unruk berdialog terkait hal tersebut.

Seperti sebelumnya saat bertemu Komnas HAM di Semarang, Ganjar menyatakan ada tiga hal yang akan diupayakan dalam penyelesaian polemik di Desa Wadas. Yakni terkait pengadaan tanah tambang quarry untuk proyek pembangunan Bendungan Bener.

"Pertama, kita akan melakukan evaluasi teknis. Kedua, metode pendekatan, dan ketiga terkait apa yang selama ini menjadi polemik, apakah yang pro atau kontra. Nah yang ketiga ini sepertinya kurang, makanya saya datang ke sini dan ingin mendengarkan secara langsung," papar Ganjar.

Disinggung apakah tuntutan warga adalah untuk mencabut izin lokasi penambangan, Ganjar mengatakan, hal itulah yang akan dibicarakan secara teknis.

"Belum, itu masalah teknis yang harus kita bicarakan. Tidak sekadar bicara cabut atau tidak cabut, tapi itu teknis. Itu yang saya katakan evaluasi teknis yang akan kami lakukan. Semua opsi masih ada peluang. Maka dari itu, akan kita bicarakan lebih lanjut," tandas Ganjar. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#konflik desa wadas #wadas #bendungan bener #ganjar pranowo #penyelesaian polemik wadas