Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ganjar Beri Penegasan saat Rapat Bahas Wadas: Jangan Ada yang Bermain-main

Syahaamah Fikria • Senin, 14 Februari 2022 | 20:59 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat datang dan berdialog langsung dengan warga Desa Wadas, Minggu (13/2).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat datang dan berdialog langsung dengan warga Desa Wadas, Minggu (13/2).
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggelar rapat terkait proyek pembangunan Bendungan Bener, Purworejo, Senin (14/2). Sehari sebelumnya, (13/2), Ganjar datang kembali ke Desa Wadas. Di sana, Ganjar disambut warga yang kontra dan mendengarkan cerita maupun curhatan mereka.

Ganjar mengundang kepala Kanwil BPN Jateng, kepala BBWS Serayu Opak, dan jajaran OPD di lingkungan Pemprov Jateng dalam rapat hari ini. Kepada para peserta rapat, Ganjar menyampaikan pernyataan dan perintah yang sangat tegas. Dia meminta tidak boleh ada yang bermain-main terkait proyek Bendungan Bener.

"Yang ingin saya tekankan, abdikan diri kita untuk kepentingan bangsa dan negara. Buang pikiran yang kira-kira akan menyulitkan di lapangan. Apakah bisnis, kepentingan pribadi dan sebagainya. Jangan ada yang bermain-main, ini bicara Merah Putih dan kita kontribusikan untuk masyarakat. Saya serius soal ini," tegas Ganjar.

Selain menekankan hal itu, Ganjar meminta semua pihak terkait untuk melakukan evaluasi. Evaluasi itu berfokus pada tiga hal. Di antaranya evaluasi teknis terkait proyek pembangunan Bendungan Bener.

Selain itu, dia meminta semua pihak melakukan evaluasi terkait cara pendekatan dan membuka lebar-lebar ruang dialog dengan warga Desa Wadas.

"Saya sendiri sudah membuktikan, kemarin ke sana (Wadas) sambutan masyarakat baik. Mereka yang kontra bisa saya ajak komunikasi baik-baik. Intinya, cara pendekatannya harus smooth, tidak boleh ada kekerasan kecuali ada ancaman," papar Ganjar.

Ganjar menegaskan, sejak awal sudah ada kesepakatan bahwa tidak boleh ada kekerasan dalam proses dan pelaksanaan proyek tersebut. Dia pun sangat menyayangkan kejadian bentrok pada Selasa (8/2) lalu, yang berujung pad pengamanan puluhan warga oleh kepolisian.

Untuk itu, terkait hal ini Ganjar pun menyerahkan pada pihak kepolisian untuk juga melakukan evaluasi.

"Kami serahkan ke kapolda, monggo dievaluasi. Karena desain awal, kami sepakat tidak ada kekerasan. Bahwa kemudian di lapangan terjadi, sangat mungkin itu. Jadi monggo kapolda melakukan evaluasi sendiri, sehingga nanti secara institusional kita bisa memberikan dukungan dengan baik," papar dia.

Kemudian, Ganjar juga meminta BPN dan BBWS lebih proaktif dalam penyelesaian problem proyek itu. Sejumlah hal teknis seperti pembayaran ganti rugi pada masyarakat yang sudah setuju, harus segera dilakukan agar masyarakat tenang.

"Yang sudah setuju segera dibayarkan, yang belum setuju kita hormati dan kita ajak bicara. Bagaimana teknisnya, bagaimana kondisi pasca ditambang, aspek lingkungan seperti apa dan lain sebagainya agar semua memahami," ucapnya.

Untuk Pemprov Jateng sendirui, Ganjar menegaskan sudah siap melakukan pendampingan kepada warga Wadas. Sebab, dari cerita yang didengar langsung oleg Ganjar saat datang ke Wadas, masih banyak warga yang trauma. Anak-anak pun jadi sasaran bullying.

"Semua OPD saya perintahkan turun. Kalau masyarakat setuju, besok langsung kita terjunkan untuk mendampingi perempuan, anak, membantu program pengentasan kemiskinan, memberikan trauma healing karena masih banyak yang trauma," tandas Ganjar. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#konflik desa wadas #wadas #bendungan bener #penanganan polemik wadas #ganjar pranowo