Untuk rencana ini, Ketua Komite FFI Reza Rahadian menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, hari ini (21/2). Aktor kawakan yang baru saja menamatkan serial terfavorit Layangan Putus itu ingin menyampaikan langsung kepada Ganjar perihal penyelenggaraan malam nominasi FFI di Candi Borobudur.
"Saya atas nama Komite Festival Film Indonesia, kulanuwun atau permisi untuk menyampaikan tujuan kami terkait pelaksanaan malam nominasi FFI, yang harapannya bisa diselenggarakan di Borobudur. Kita harapkan bisa menjadi kegiatan positif juga tidak hanya bagi FFI, tetapi juga masyarakat di daerah," kata Reza usai bertemu Ganjar.
Borobudur dipilih karena destinasi yang sangat ikonik. Pelaksanaan di Borobudur juga menjadi awalan untuk menyentuh wilayah-wilayah serupa. Sebab, selama ini malam nominasi FFI selalu digelar di gedung-gedung.
"Borobudur itu destinasi yang ikonik. Kalau nanti bisa kita gelar di Borobudur mungkin berikutnya kita bisa keliling ke tempat-tempat ikonik dari daerah masing-masing. Kita bisa keliling ke daerah-daerah di Indonesia," jelas Reza.
Dalam malam nominasi FFI sendiri tidak akan melibatkan kru sebanyak pada malam penghargaan. Sehingga, menurut Reza, masih memungkinkan digelar dalam situasi pandemi seperti ini.
Namun demikian, value dari malam nominasi tidak kalah besar. Sebab, pada momen itu untuk kali pertama muncul nama-nama yang dijagokan meraih penghargaan FFI.
"Krunya tidak sebanyak malam puncak jadi situasi seperti ini (pandemi) masih memungkinkan. Saya juga tidak berani kalau situasinya tidak memungkinkan untuk mengadakan di luar Jakarta. Ini yang menjadi cita-cita bersama mudah-mudahan bisa terwujud," ungkap actor yang sukses memerankan sosok Presiden B.J. Habibie dalam trilogi Habibie & Ainun itu.
Selama obrolan dengan Ganjar, Reza mengatakan, sang gubernur juga memberi sejumlah masukan. Salah satunya ide untuk membuat kegiatan-kegiatan lain yang mendukung acara malam nominasi FFI itu. Kegiatan itu bisa dipakai untuk perjalanan menuju malam nominasi FFI yang digelar sekitar Oktober mendatang.
"Pak Ganjar juga memberikan beberapa ide dan kegiatan yang bisa kita pakai untuk road to malam nominasi FFI," ucap dia.
Ada beberapa alternatif kegiatan yang bisa dilakukan. Di antaranya melibatkan seniman atau masyarakat di sekitar Borobudur atau daerah lain di Jawa Tengah. Ganjar juga mengusulkan tempat alternative pelaksanaan acara seperti Dieng, apabila terjadi kendala di Borobudur.
"Kita harus mempersiapkan skenario A,B, C, dan seterusnya. Kalau salah satu ada kendala, kita harus mencoba yang lain, harus mencari solusinya. Senang sih bisa ngobrol panjang dengan Pak Ganjar untuk memetakan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dilakukan seperti apa. Saya sih pasti akan merumuskan semua dengan tim, menyusun rangkaian kegiatan seperti apa dan akan menghadap beliau lagi," papar Reza. (bay/ria)
Editor : Syahaamah Fikria