"Selama tiga hari ini kita telah banyak belajar dan mengetahui berbagai perspektif tentang pentingnya transformasi digital dan penguatan ekosistem digital di Tanah Air," ungkap dia dalam closing speech virtual, Kamis.
Airlangga menjelaskan, masyarakat sudah paham bahwa akselerasi digitalisasi dari kota ke desa adalah kunci penting pemulihan dan peningkatan daya saing ekonomi nasional. Termasuk bagi pelaku UMKM. Tercatat ada sebanyak 64,2 juta UMKM yang berkontribusi sebesar 60,5 persen terhadap PDB.
"Serapan tenaga kerjanya juga mencapai 96 persen. Tapi belum seluruh UMKM bergabung ke e-commerce atau terdigitalisasi. Harapannya, selama tiga hari ini, akselerasi ekonomi dari kota hingga kampung dan desa melalui digitalisasi telah berlangsung," papar Airlangga.
Ketua Panitia DNES 2022 Jamalul Izza menyebut, selama tiga hari event berlangsung, ada lebih dari 2 ribu pengunjung yang datang meramaikan event. Baik mengunjungi booth maupun mengikuti forum. Ada delapan forum diskusi yang digelar, plus satu forum B20. Peserta dari kalangan pimpinan daerah sejumlah 881 kepala daerah dan sebanyak 41 peserta exhibitor.
"Semoga event ini membawa perubahan bagi proses digitalisasi di seluruh Indonesia. Sampai ke pelosok desa dan kampung," ujar dia.
Sementara itu, dalam penutupan acara, diumumkan pula pemenang stand expo terbaik. Untuk kategori umum, dimenangkan oleh Dinas Perindustrian Sumatera Selatan sebagai juara I, Matahari Teknologi Jaya sebagai juara II, dan Gifera Odo Teknologi juara III. Sedangkan kategori sponsor, dimenangkan oleh InterBIO sebagai juara I, Yayasan Internet Indonesia sebagai juara II, dan XL Axiata juara III. (aya/ria) Editor : Syahaamah Fikria