Ganjar didampingi Branch Manager PT PPI Cabang Semarang Abidarin mengecek distribusi minyak goreng curah dari tangki ke jeriken para pedagang. Ada pula yang menggunakan botol bekas air mineral ukuran 5 liter untuk mewadahi minyak goreng curah tersebut.
“Karena sudah ada kuponnya, semua sudah didata, sebaiknya bawa drum. Kontainernya agak gede sehingga (distribusinya) cepet,” tutur Ganjar.
Usai penyaluran minyak goreng di Pasar Relokasi Weleri Baru itu, Ganjar meminta lurah pasar, dinas terkait hingga para pedagang untuk mengevaluasi dan memberi masukan terkait sistem distribusi.
Ganjar sendiri melihat, dengan cara seperti saat ini, proses distribusi memakan waktu lama. Selain itu, banyak minyak goreng yang masih tercecer.
“Ini tidak gampang, kita tahu. Tapi peran temen-temen penting. Nah dari ini nanti kita coba kita dampingi dan evaluasi, jadi ada yang model bagus kita contoh. Tapi yang buruk jangan, dan tadi kan tumpahnya juga banyak ya,” ucap Ganjar.
Saat ini, Ganjar mengatakan stok minyak goreng curah yang terdistribusi di Jateng sebanyak 300 ton dari total 3.000 ton yang diterima pekan lalu. Rencananya akan datang 3.000 ton lagi pada Selasa (19/4) pekan depan.
Ganjar berharap distribusi ini menjangkau para pedagang di pasar. Berdasarkan laporan yang diterima Ganjar, saat ini harag minyak goreng curah di pasaran sudah turun. Yakni sekitar Rp 17.000- Rp18.000, dari sebelumnya tembus Rp 20.000.
“Nah ini kita pertahankan terus biar nanti penugasan ke PPI Jawa Tengah. Kalau nggak salah juga ada RNI yang akan masuk. Ini bisa makin terdistribusi, yang kelas menengah ke atas sudah lah biar membeli harga yang kemasan,” tandas Ganjar. (bay/ria)
Editor : Syahaamah Fikria