Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ini Cara Ganjar Bersama Pramuka Jateng Jaga Bibir Pantai dan Ekosistem Laut

Syahaamah Fikria • Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:19 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Pramuka Kwarda Jateng, TNI, Polri, Lanal, Perhutani, siswa Polimarin dan sejumlah relawan menanam bibit mangrove di Pantai Mangunharjo, Kota Semarang.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Pramuka Kwarda Jateng, TNI, Polri, Lanal, Perhutani, siswa Polimarin dan sejumlah relawan menanam bibit mangrove di Pantai Mangunharjo, Kota Semarang.
SEMARANG - Upaya menjaga ekosistem laut dan merawat bibir pantai terus dilakukan dengan menggencarkan penanaman mangrove. Tak mau ketinggalan, Pramuka Kwartir Daerah Jawa Tengah pun ikut dalam upaya pelestarian ini dengan menyiapkan
3.500 bibit mangrove dan cemara laut untuk ditanam di kawasan Pantai Mangunharjo, Kota Semarang.

Penanaman bibit mangrove dan cemara laut itu dilaksanakan hari ini (5/8), dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ganjar datang ke Pantai Mangunharjo dengan berjalan kaki sambil olahraga sejauh 10 km dari Taman Lele, Tambakaji, Ngaliyan.

Sepanjang perjalanan, Ganjar menyapa warga. Sesekali berhenti untuk meladeni warga yang ingin bersalaman atau meminta foto. Memasuki kawasan Pantai Mangunharjo, Ganjar menyapa para nelayan.

Selain anggota Kwarda Jateng, penanaman bibit mangrove dan cemara laut juga diikuti TNI, Polri, Lanal, Perhutani, siswa Polimarin dan sejumlah relawan lainnya.

Ganjar mengatakan, penanaman yang diinisiasi Kwarda Jateng ini bentuk kolaborasi menjaga ekosistem laut. Juga sebagai bentuk merawat bibir pantai yang terancam penurunan tanah. Ganjar mencontohkan dua bangunan permanen di sekitar kawasan penanaman dan sebagian mulai tenggelam.

“Gerakan ini perlu disampaikan lebih banyak lagi. Ini cara kita meng-handle kondisi lingkungan yang mudah-mudahan kita bisa melakukan perbaikan, restorasi,” kata Ganjar usai acara.

Salah satu contoh penanaman yang dinilainya mulai terlihat hasilnya ada di Pantai Selatan Kebumen. Ganjar berharap, gerakan ini dilakukan secara kontinyu dan diikuti kelompok lainnya.

Contoh lain dari gerakan serupa adalah kebijakan di perguruan tinggi negeri di Semarang. Di mana tiap mahasiswa baru punya kewajiban melakukan penanaman pohon dan merawat agar tak sampai mati.

“Pernah suatu ketika diceritakan kepala desanya, saat itu dia mau ujian 'pohonmu yang mana?' Dan satu pohonnya mati, sehingga ujiannya ditunda. Itu bagus sekali sehingga orang punya tanggung jawab,” papar Ganjar.

Ketua Mabida Kwarda Jateng itu mendorong seluruh komponen masyarakat untuk sadar lingkungan. Pemerintah, kata Ganjar, siap membantu menyediakan bibit jika dibutuhkan.

“Soal bibit pemerintah bisa, soal teknis Perhutani bisa, dinas bisa membantu. Soal tenaga TNI-Polri bisa membantu. Sehingga kawan-kawan mahasiswa juga bisa bantu. Ini hanya butuh mau dan yakin,” ujar dia.

Di sisi lain, hingga 2021, Ganjar telah melakukan penanaman pohon sebanyak 101 jut batang di seluruh wilayah Jawa Tengah. Pohon yang ditanam pun bukan asal-asalan karena harus menyesuaikan karakter dan jenis hutan. Ada pohon gayam, beringin, jati, mangrove, kayu putih dan lain sebagainya.

Dengan upaya tersebut, saat ini total luasan hutan di Jawa Tengah mencapai 1,29 juta hektare. Terdiri dari 83.705,94 hektare hutan lindung, 15.329,48 hektare hutan konservasi, 550.813,17 hutan produksi dan 640.393,88 hutan rakyat. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#Pramuka Kwarda Jateng #Pantai Mangunharjo #penanaman mangrove #penanaman pohon #ganjar pranowo #pramuka