Usai mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dalam acara Fasilitasi Pengembangan Alat Kesehatan Produksi UMKM di Hotel Alila, Jumat (19/8), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan 60 persen alat kesehatan diproduksi dalam negeri. Hal serupa ia harapkan bisa diberlakukan dalam produksi obat-obatan.
"Sesuai dengan instruksi bapak presiden, kita harus terus melakukan transformasi sektor kesehatan. Keinginan kita 50-60 persen alat kesehatan dan obat diproduksi dari hulu ke hilir di dalam negeri," kata dia.
Tantangan dalam produksi berbagai jenis alat kesehatan dengan tingkat kecanggihan yang tinggi. Oleh sebab itu harus menggunakan strategi khusus dengan mengundang investor yang mampu memproduksi untuk melakukan produksi di Indonesia. Sedangkan untuk alat kesehatan yang tidak membutuhkan teknologi tinggi bisa dimaksimalkan dengan produksi dalam negeri.
"Alat-alat kesehatan ini teknologinya kan ada tang tinggi, sedang, dan merakyat. Yang bisa dibuat sendiri, langsung ditingkatkan produksinya secara nasional. Saat ini kita sedang dalam tahap pembuatan alat antropometri untuk mengukur stunting, alat ini dulu import semua, ini kita buat sendiri. Yang sudah kita tutup importnya adalah tempat tidur, produksinya ini sudah jalan di dalam negeri," tegas dia.
Menkes menjelaskan, sedikitnya ada enam transformasi sektor kesehatan yang menjadi targetnya untuk bisa terpenuhi hingga masa jabatannya berakhir. Keenam transformasi sektor kesehatan itu antara lain: transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan.
"Nanti kita permudah perizinannya untuk produksi dalam negeri ini. Kalau ada calo-calo nanti kita potong aja calo-calo itu," beber Menkes.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong sinergitas sektor untuk meningkatkan penyerapan produk dalam negeri dan mengurangi produk impor. Salah satu sinerginya adalah produksi alat kesehatan dengan memaksimalkan potensi UMKM bersama Kemenkes.
"Kita perlu menyamakan dulu antara kebutuhan dan supply. Apa saja yang dibutuhkan dan akan kita minta UMKM untuk memproduksi alat kesehatan yang dibutuhkan. Sehingga pengadaan alat kesehatan dalam negeri akan sangat bagus," imbuh Teten. (ves/dam) Editor : Damianus Bram