Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dinsos Kota Surakarta: Ada BLT BBM, Aduan Bansos via Online Langsung Melonjak

Damianus Bram • Kamis, 15 September 2022 | 14:30 WIB
DICEK: Penyaluran BLT BBM di Kota Surakarta, belum lama ini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
DICEK: Penyaluran BLT BBM di Kota Surakarta, belum lama ini. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Sejumlah aduan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) masih bermasalah direspons pemkot dengan membuka aduan lewat aplikasi. Jumlah aduan pun langsung melonjak tajam. Dalam sehari biasanya hanya 20 aduan, kini melonjak menjadi 60 aduan sejak penyaluran bansos.

Kepala Bidang Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surakarta Lusia Sari mengatakan, dinsos membuka aduan layanan via aplikasi WhatsApp. Sejak penyaluran BLT BBM, aduan memang meningkat tajam dibanding hari biasa. Belum lagi sejumlah warga yang menyampaikan keluhan langsung ke kantor dinas setempat.

“Masyarakat bisa mengadukan keluhannya ke nomor WA sinsos 08112811919. Otomatis akan dibalas dengan format aduan yang langsung bisa diisi oleh masyarakat. Misal kok tidak dapat BLT BBM padahal tidak punya rumah dan sebagainya. Nanti akan kami lihat dari kasus per kasus," kata dia.

Sementara itu, untuk BLT BBM gelombang pertama dan kedua menyasar 39.613 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Solo. Dicairkan 8-17 September.

"Nilai BLT BBM Rp 300 ribu untuk September dan Oktober, dan Rp 200 ribu untuk BLT sembako untuk September. Target penyalurannya rampung pekan ini di masing-masing titik. Baik yang disalurkan di kantor pos, kelurahan, dan kecamatan," terang dia, Rabu (14/9).

Di sisi lain, BSU untuk pekerja yang gajinya di bawah Rp 3,5 juta per bulan mulai diterima warga. Berdasarkan data nasional jumlah penerima BSU sekitar 16 juta sasaran, untuk Jawa Tengah totalnya ada 727.465 peserta.

"Ini baru penyaluran pertama (nasional) sekitar 4.112.052 orang. Pencairannya langsung dari kementerian. Kalau data kota/kabupaten tidak ada hanya bisa diakses data per provinsi," beber Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Surakarta Widyastuti Pratiwiningsih kemarin.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan masih akan menunggu data antara BLT BBM dan BSU dari pemerintah pusat itu rampung. Hal ini penting untuk memilah mana saja warga miskin yang belum terkaver dari dua bansos tersebut. Selain itu, juga untuk antisipasi dobel penerima di tengah masyarakat.

"Setelah dua bansos itu rampung, baru dari APBD Solo," kata Gibran. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram
#Penyaluran Bansos #Dinsos Kota Surakarta #Aduan Penyaluran Bansos #BLT BBM #Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka #Penyaluran BLT BBM