Namun, hingga kemarin (19/9), hacker yang meretas data registrasi SIM card hingga data pribadi pejabat pemerintah itu belum tertangkap. Karena itu, polisi kini melacak kaki tangan Bjorka di Indonesia. Mereka adalah orang-orang yang menyuplai data kepada Bjorka.
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan, timsus memang mendalami potensi keterlibatan pelaku lain. Sampai saat ini, hanya satu orang yang diduga menjadi salah satu kaki tangan Bjorka.
”Orang yang di Madiun itu,” katanya.
Orang yang dimaksud Dedi adalah MAH alias Muhammad Agung Hidayatullah, 21. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka karena menjual kanal Telegram kepada Bjorka. Meski demikian, Agung tidak pernah bertemu dengan Bjorka secara langsung. Transaksi dilakukan secara online dan menggunakan mata uang kripto. Karena itu, polisi sulit melacak jejak Bjorka.
Terkait dengan kemungkinan keberadaan Bjorka atau kewarganegaraannya, Dedi tidak ingin berandai-andai. ”Timsus bekerja berdasar fakta hukum,” tegasnya kemarin.
Sementara itu, pakar keamanan siber Pratama D. Persadha menuturkan, karena pemerintah telah membentuk tim khusus, seharusnya kasus Bjorka bisa segera terungkap. Bila kasus itu tidak terungkap, kemampuan pemerintah akan menjadi pertanyaan besar. (jpg) Editor : Syahaamah Fikria