Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Santoso pun mengkritisi penggunaan pesawat jet pribadi oleh Brigjen Hendra Kurniawan.
Menurut Indonesia Police Watch (IPW), jet pribadi itu diduga hasil pinjam dari mafia judi. Santoso sendiri memang meragukan apabila Hendra Kurniawan yang sekelas brigjen dapat menyewa jet pribadi untuk sekali terbang.
Menurut Santoso, apabila dipinjamkam, bukan berarti Hendra bisa menggunakan jet pribadi secara cuma-cuma. Santoso menilai pasti ada harga lain yang harus dibayarkan. Karena itu, dia bertanya-tanya apa motif mafia judi mau meminjamkan jet pribadi untuk seorang polisi.
"Kalau dipinjamkan siapa yang meminjamkan, dan ada motif apa pemilik meminjamkan? Karena tidak ada makan siang gratis,” ucap Santoso.
Diketahui, pesawat pribadi yang sempat tepergok digunakan Brigjen Pol Hendra Kurniawan untuk terbang ke Jambi mulai terungkap. Privat jet T7-JAB itu disebut-sebut milik seorang mafia judi dan kerap digunakan oleh beberapa orang. Termasuk salah satu mantan narapidana kasus korupsi untuk urusan bisnis.
IPW mengungkap identitas pemilik jet pribadi atau private jet yang dinaiki mantan Karo Paminal Divpropam Brigjen Hendra Kurniawan ke Jambi. Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyebut, pemilik jet pribadi itu adalah ketua konsorsium judi online di Jakarta.
“Nama (pemilik jet) ini dalam catatan IPW, adalah ketua konsorsium judi online Indonesia,” katanya.
“Private jet T7-JAB diketahui sering dipakai oleh seorang bos perusahaan yang juga mantan narapidana kasus korupsi sekaligus pemilik hotel di Bali, dalam penerbangan bisnis Jakarta-Bali,” ujarnya.
“Timsus bentukan Kapolri perlu menelusuri hubungan tali-temali antara Kaisar Sambo, dana judi online sebesar Rp 155 triliun milik Konsorsium 303, dengan dua orang sipil dalam kaitan pemberian dukungan kepada pencalonan capres tertentu pada 2024, di mana Irjen Ferdy Sambo ingin menjadi Kapolrinya,” papar Sugeng. (jpg) Editor : Syahaamah Fikria