Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ganjar Kolaborasi Bareng Mantan Mentan Amran Sulaiman, Gerakkan Pemuda dan Alumni

Syahaamah Fikria • Senin, 10 Oktober 2022 | 05:30 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menandatangani memorandum of understanding (MoU) di Makassar, Minggu (9/10).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menandatangani memorandum of understanding (MoU) di Makassar, Minggu (9/10).
MAKASSAR - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menandatangani memorandum of understanding (MoU) saat bertemu di Makassar, Minggu (9/10). Kesepakatan kerja sama tersebut bukan soal politik, namun terkait upaya membangun bangsa dan menggerakkan para pemuda.

MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari rencana kerja sama yang dibahas Ganjar dan Amran sebelumnya. Ya, Ganjar mewakili Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) dan Amran dari Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) memang sama-sama punya gagasan untuk berkolaborasi melakukan pengabdian kepada masyarakat.

"Kita ucapkan terimakasih kepada ketua PP Kagama Pak Ganjar. Beliau luar biasa. Kalau tidak salah empat bulan yang lalu kami dengan Pak Ganjar sepakat untuk kerja sama. Hari ini Alhamdulillah sudah tanda tangan kerja sama," tutur Amran usai menandatangani MoU bersama Ganjar di sela-sela dialog kebangsaan yang digelar Pengda Kagama Sumsel di Makassar, Minggu (9/10).

Amran meyakini, kerjasama itu bisa bersampak positif. Sebab, kedua organisasi alumni ini memiliki massa yang sangat besar.

Dia menyebut, Ganjar dengan anggota Kagama 500.000 alumni lebih, sedangkan IKA Unhas 200.000 alumni.

"Dengan total 700.000, kalau alumni-alumni ini bisa mempengaruhi 100.000 saja, itu bisa 70 juta. Kalau 70 juta ini bisa berkolaborasi, ini bisa kita mempengaruhi kebijakan pusat untuk ummat bangsa dan negara," ucapnya.

Hal itu diamini Ganjar. Menurut orang nomor satu di Jateng itu, kolaborasi dua lembaga alumni ini sangat baik untuk membangun bangsa. Sebab, salah satu pihak yang harus bekerja keras demi masa depan bangsa adalah kaum cendekia.

"Kampus jadi penting untuk ikut berkontribusi kepada bangsa. Misalnya soal tantangan ke depan, soal energi dan pangan. Dengan potensi Indonesia yang besar, kita justru bisa jadi juara. Bisa apa tidak? Kuncinya hanya mau apa tidak. Dan yang harus dipaksa ya kampus," jelasnya.

Membuktikan cita-cita mereka, dialog hari ini dihadiri para pemuda dan petani-petani milenial. Mereka, yang di antaranya alumni fakultas pertanian, berdiskusi soal ketahanan pangan. Bagaimana mereka terjun langsung dengan beragam terobosan dan inovasi demi pertanian lebih maju dan modern.

"Kalau saya melihat tadi ada anak muda lulusan pertanian terus kemudian mau bertani. Itu harapan besar buat saya. Modernisasi pertanian dan mekanisasi, menurut saya, menjadi keharusan. Artificial intelligence bisa digunakan sehingga anak-anak muda mau bertani," papar Ganjar.

Ganjar juga kagum denga cerita dari salah seorang guru, yang menurutnya sangat keren. Seorang guru muda yang risau karena anak-anak tidak mau dan tidak mengerti apa itu pertanian.

"Maka kemudian mereka diajak, diajarkan ke sawah, menanam, beternak mulai sejak kecil, maka mungkin itu cara mencintai. Kita sebagai negara agraris mestinya siap. Kalau dunia pusing soal pangan, kita punya stok melimpah," ucap Ganjar.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, bagsa Indonesia pun kaya akan bahan pangan alternatif, selain beras

"Kita punya porang, sagu. Tadi anak-anak itu menanam berbagai umbi-umbian. Itulah bagian dari ketahanan pangan yang sedang kita siapkan," tandas Ganjar. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#kagama #IKA Unhas #andi amran sulaiman #ketahanan pangan #pengabdian masyarakat #mou #ganjar pranowo