Hari pertama Borobudur Marathon, diikuti 37 elite runner dan 30 atlet muda nasional. Pukul 05.00 WIB, Ganjar mengibarkan bendera start, didampingi istri, Siti Atikoh Ganjar Pranowo, Dirut Bank Jateng, jajaran petinggi Kompas, Ketua Yayasan Borobudur dan lainnya.
Puluhan runner itu akan bertanding menaklukkan jarak tempuh 42,195 km dan 10 km. Ganjar melepas para runner tersebut, bukan hanya dengan motivasi kata-kata semangat. Bahkan secara spontan juga menjanjikan tambahan bonus.
"Sudah siap? Saya lihat semangat semuanya. Untuk menambah semangat teman-teman, yang bisa pecahkan rekor nasional saya kasih bonus Rp 50 juta," kata Ganjar.
Ganjar mengaku senang di ajang kali ini ada kategori young talent. Sebanyak 30 peserta usia pelajar dari berbagai daerah diseleksi dan berkesempatan mengikuti lomba kali ini.
"Saya senang karena ada anak-anak muda yang ikut. Mereka bisa satu frame dengan para pelari elit kita, pasti jadi kesan luar biasa. Semoga bisa menyemangati mereka dan dari ajang ini, kita bisa melahirkan atlet baru. Mereka yang muda, semangat dan punya motivasi kuat untuk jadi atlet yang hebat," terangnya.
Adapun Borobudur Marathon hari kedua besok (13/11), akan diikuti 4.552 pelari dalam kategori Tilik Candi.
Ya, ajang tourism sport ini memang jadi salah satu magnet, tak hanya dari sisi sport-nya, namun juga memberi dampak bagi pariwisata Magelang. Event tahunan ini selalu dinanti masyarakat di sana karena ikut mendongkrak pariwisata, yang tentu berimbas pada peningkatan pendapatan pelaku wisata di kawasan Borobudur.
Dengan hadirnya ribuan pelari, hotel dan penginapan di Magelang menjadi penuh. Pedagang makanan, souvenir dan lainnya juga ikut untung besar. Bahkan, ada warga yang menyewakan rumah mereka untuk wisatawan.
"Masyarakat di sini memang sangat menantikan event ini. Karena hampir tiap tahun digelar, ekonomi masyarakat Magelang semakin menggeliat," kata Ganjar. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria