”Jumlah makam yang dipindahkan terus bertambah mas. Catatan kami, sudah ada 47 makam yang dipindahkan,” ujar Kepala Desa (Kades) Banyakprodo Pujiyono, Minggu (20/11).
Seperti diketahui, sejumlah makam di TPU Gedhe terpaksa dipindahkan sejak beberapa waktu lalu. Pasalnya, aliran Sungai Wiroko yang berubah karena sedimentasi menggerus lahan makam. Jika tidak dipindahkan, makam bisa hanyut terbawa aliran sungai.
”Itu yang dipindah yang di bagian bawah. Dipindahkan ke ke bagian yang jauh dari aliran sungai,” papar dia.
Pria yang akrab disapa Puji itu menuturkan, belum ada rencana untuk memindahkan seluruh makam di TPU Gedhe tersebut. Saat ini, yang dipindahkan hanya makam-makam yang berada di dekat dengan aliran sungai.
”Yang sisi bawah totalnya ada sekitar 60 makam,” kata dia.
Puji mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut beberapa waktu terakhir tak berdampak langsung terhadap TPU Gedhe. Hanya saja, titik makam sebelumnya telah tergerus aliran sungai.
”Kalau tidak dipindah ya ikut tergerus aliran sungai makamnya. Terakhir pemindahan dilakukan beberapa hari lalu,” terangnya
Puji menuturkan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk langkah penanganan masalah tersebut. Hingga saat ini, belum ada penanganan secara langsung yang diambil. Kecuali melakukan pemindahan makam yang teranncam tergerus aliran sungai.
”Kalau sudah dekat dengan pinggiran dipindah. Jarak sekitar dua meter biasanya sudah dipindahkan,” kata Puji.
Menurutnya, 47 makam tersebut yang baru tercatat. Ada kemungkinan keluarga memindahkan makam tanpa melaporkan kadus atau kades.
”Ada juga yang seperti itu. Mungkin ada sekira 10 makam. Yang saya catat 47 makam itu. Masih berpotensi bertambah,” kata Puji. (al/adi) Editor : Damianus Bram