Kapolres Blitar AKBP Argowiyono menjelaskan, empat hingga lima pelaku yang mendobrak rumah dinas dan menyekap penjaga, Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya itu menggunakan topi berwarna hijau.
”Menggunakan topi hijau, rambut cepak, dan logat bahasa Indonesia,” tutur Argowiyono.
Kemudian, lanjut dia, saksi sempat melihat salah satu pelaku menggunakan jaket krem. Jaket itu dilengkapi dengan lambang bendera Indonesia.
”Para pelaku menggunakan mobil jenis Innova hitam plat merah. Diduga nomor polisi palsu,” terang Argowiyono.
Kapolres menyebut, CCTV di seluruh titik rumah dinas telah dirusak para pelaku. Sehingga polisi cukup kesulitan melakukan identifikasi
Berdasarkan penyidikan, polisi bisa merumuskan kronologis singkat pencurian yang mengakibatkan raibnya uang senilai Rp 400 juta dan perhiasan milik keluarga Wali Kota Blitar tersebut.
Saat pencurian terjadi, terdapat tiga orang petugas pengamanan dari Satpol PP yang melakukan penjagaan. Saat itu, ketiga orang berjaga di pos.
Kemudian, datang empat hingga lima orang yang tidak dikenal. Mereka langsung masuk ke pos penjagaan dengan menodongkan senjata api. Kelima orang itu langsung melumpuhkan pengamanan para penjaga dengan senjata tajam.
Tangan ketiga penjaga diikat, sedangkan mata mereka ditutup dengan lakban. Otomatis para penjaga tak bisa berbuat apa-apa ketika para pelaku masuk rumah dinas wali kota.
Saat itu, para pelaku masuk ruang utama kamar Wali Kota Blitar dengan mendobrak pintu. Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya langsung diikat lakban dengan bagian mata tertutup.
Kemudian para pelaku mengambil sejumlah uang senilai Rp 400 juta milik Wali Kota Blitar. Mereka juga mengambil ponsel beserta set perhiasan dan aksesori. Di antaranya perhiasan, kalung, jam tangan milik Wali Kota Blitar. Diperkirakan jumlah seluruh barang tersebut senilai Rp 15 juta. (jpg/ria) Editor : Syahaamah Fikria