Saat perampokan terjadi, uang tersebut berada di dalam tas. Kemudian tas itu diletakkan dalam lemari. Dia mengaku bahwa uang tersebut merupakan uang pribadi.
”Betul (sekitar Rp 400 juta),” tutur Santoso, Selasa (13/12).
Politikus PDI Perjuangan itu mengaku, uang tersebut dikumpulkannya dari honor membuka kegiatan-kegiatan pemerintahan. ”Jujur saja ya saya ini kan pada waktu kampanye masih punya tanggungan yang harus saya selesaikan,” ujar Santoso dilansir Jawapos.com.
Utang yang akan dibayar merupakan utang sebagai modal kampanye saat pemilihan wali kota dulu. ”Nah rencana saya sehabis akhir tahun saya mulai mencicil utang saya. Saya kan harus mengumpulkan dari hasil honor-honor kalau saya membuka kegiatan dan sebagainya, itu akhirnya kedahuluan (dirampok,Red),” papar Santoso.
Ditanya soal peruntukan utang itu, Santoso bungkam. ”Utangnya nggak perlu saya jelaskan,” tegas Santoso.
Santoso juga membenarkan kabar bahwa perhiasan istrinya juga raib dibawa pelaku. Bukan hanya perhiasan yang sedang disimpan, namun juga yang sedang dikenakan istrinya.
”Termasuk sedikit perhiasan yang dimiliki istri saya. Jadi kalung yang dipakai sehabis salat itu dilepas, terus gelang cincin itu ada beberapa yang dibawa,” papar Santoso. (jpg/ria) Editor : Syahaamah Fikria