Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Keunggulan Bambu dalam Struktur Bangunan, Lebih Hemat dan Fleksibel

Damianus Bram • Sabtu, 31 Desember 2022 | 16:00 WIB
TAK BIASA: Desain masjid dari material bambu yang mendapat apresiasi di sayembara desain arsitektur masjid. (LEXA MAULVI YONAN FOR RADAR SOLO)
TAK BIASA: Desain masjid dari material bambu yang mendapat apresiasi di sayembara desain arsitektur masjid. (LEXA MAULVI YONAN FOR RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Bambu jamak ditemui di seluruh kawasan Indonesia. Sayangnya, belum banyak dimanfaatkan dalam dunia arsitektur. Padahal bisa berfungsi sebagai material utama sebuah bangunan. Salah satunya desain masjid dari bambu.

Di Kota Bengawan, bangunan bermaterial bambu masih minim ditemukan. Mayoritas, gazebo bambu yang lumrah menjadi elemen dalam suatu kawasan bangunan penginapan atau resto. Salah satu karya pemanfaatan material bambu yang tenar di Kota Solo adalah Jembatan Bambu Kali Pepe karya Andrea Fitriantom, arsitek swadaya dan fasilitasi asal Kota Bandung. Padahal material bambu juga bisa diaplikasikan untuk sebuah bangunan.

”Nah, kami ingin mengedukasi ke masyarakat soal penggunaan bambu sebagai material bangunan. Lewat desain masjid dari bambu yang kami buat,” ungkap Lexa Maulvi Yonan kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Bersama dua temannya, Pramudya Wahyu Pamungkas dan Mazza Zulfikar Wibowo, Lexa mendesain masjid bambu di Kabupaten Temanggung. Di sana, material bambu menjadi salah satu komoditas penting selain tembakau. Ketiganya mencoba mengeksplorasi lebih dalam penggunaan material bambu melalui desain dan bentuk bangunan. Kebetulan material bambu cenderung fleksibel untuk dibentuk.

”Untuk konsep dari masjidnya, kami mengusung tiga pola hubungan kehidupan manusia dalam Islam. Habluminallah, hubungan antara manusia terhadap Allah. Hablummina alam, hubungan antara manusia dengan alam. Dan Hablumminannas, hubungan antara sesama manusia. Ketiga pola hubungan inilah yang kami jadikan sebagai landasan untuk pengolahan dari site hingga ke massa bangunannya,” bebernya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan material bambu sebagai bangunan. Pertama, pemilihan jenis bambu yang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Kedua, perawatan jenis bambu tersebut, karena material butuh perawatan dalam pemakaiannya agar tahan lama baik sebelum diaplikasikan maupun sesudahnya. Ketiga, budget dalam memperoleh material bambu mudah atau tidaknya untuk didapatkan di wilayah tersebut.

”Bangunan bermaterial bambu tentu lebih hemat. Bangunan sederhana yang bermaterial bambu bisa menghemat pembangunan, mulai dari puluhan juta ketimbang dengan penggunaan material modern. Kenapa bisa lebih hemat? Karena bambu yang melimpah di Indonesia, bambu juga mudah tumbuh sehingga bisa sering dipanen tanpa mengurangi populasinya,” jelasnya.

Material bambu bisa diterapkan di bangunan lain seperti hunian. Konsep penerapannya juga tidak ada perbedaan. Lexa menyebut cara teknik sambungan dan pemasangannya, material bambu cukup fleksibel mudah disesuaikan dengan bentuk seperti yang diinginkan. Justru bambu yang diterapkan pada hunian atau bangunannya lainnya, mampu memberikan keunikan tersendiri.

”Karena bisa memberikan bentuk yang tidak kaku dan mungkin jarang ditemui oleh orang awam,” sambungnya.

Lalu bagaimana memilih material bambu untuk bangunan? Biasanya akandirendam di sungai terlebih dahulu sebelum digunakan. Tujuannya, menghilangkan kotoran dan serat-seratnya. Kemudian dikeringkan selama beberapa waktu hingga kadar airnya berkurang signifikan.

”Nah, bangunan masjid bambu kami sendiri memang berkonsep terbuka. Karena memang ingin memaksimalkan sirkulasi alami. Namun pasti ada konsekuensi ketika hujan angin melanda. Pada bangunan masjid kami rencanakan untuk penambahan tirai bambu pada sisi pintu atau area masuk masjid. Tujuannya, menghalau tampias hujan secara maksimal. Sekaligus untuk memaksimalkan keberadaan teritisan atap yang lebih panjang,” jelasnya.

Desain masjid bambu karya Lexa dkk ini berhasil meraih juara 3 Sayembara Desain Arsitektur Masjid dari #Creation034 Universitas Muslim Indonesia (UMI). Kompetisi ini mengajak peserta membangkitkan kembali pemanfaatan material lokal daerah. (aya/adi) Editor : Damianus Bram
#Jembatan Bambu Kali Pepe #Bambu Jamak #Bambu dalam Struktur Bangunan #Gazebo Bambu