Rombongan yang tergabung dalam Komunitas Satu Hati itu berangkat dari basecamp di Desa Birit, Kecamatan Wedi, Klaten sekitar pukul 10.00 WIB. Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat mereka, mengendarai motor roda tiga selama lima jam hingga akhirnya bertemu dengan sang gubernur.
Kebahagiaan terpancar kala Ganjar menyambut kedatangan mereka dengan hangat. Suasana akrab langsung tampak saat awal pertemuan. Apalagi, mereka membawakan oleh-oleh durian dan rambutan khusus untuk Ganjar.
Komunitas yang diketuai Nina Kusumawati itu kemudian berbincang hangat dengan gubernur. Bahkan, Ganjar juga mengajak mereka makan siang bersama.
Nina Kusumawati mengatakan, touring motor kali ini dilakukan untuk silaturahmi kepada Gubernur Ganjar. Baginya, politikus berambut putih itu telah banyak memberikan perhatian kepada para difabel.
"Kami perjalanan ke Semarang ini untuk ketemu dengan Bapak Ganjar dalam rangka silaturahmi karena beberapa waktu yang lalu bapak datang ke Klaten. Teman-teman merasa bahwa Pak Ganjar banyak memberikan perhatian, artinya kami mengucapkan terimakasih atas perhatian Bapak terhadap teman-teman difabel," kata Nina.
Nina berangkat bersama 14 teman lainnya. Menggunakan delapan motor yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan teman-teman difabel tersebut.
Dia pun bercerita jika di perjalanan sempat bertemu hujan. Namun, kata dia, semua tantangan dan rasa capek hilang begitu bertemu dengan Ganjar.
"Tadi kena hujan di jalan tapi asyik. Kayaknya capeknya terbayarkan dengan bisa ketemu bapak (Ganjar). Ya, bisa sharing santai," lanjutnya.
Bisa bertemu dengan orang nomor satu di Jateng, tentu tak disia-siakan oleh mereka. Dibalut ngobrol santai, Nina dan kawan-kawannya juga menyampaikan beberapa saran dan masukan, terutama apa yang dibutuhkan oleh kaum difabel.
"Kami sharing supaya kebutuhan teman-teman lebih mendapat perhatian terutama fasilitas umum. Alhamdulillah kami santai dan Bapak menerima dengan baik, teman-teman antusias dan happy," ungkapnya.
Sementara itu, Ganjar Pranowo mengaku senang dan bangga dengan kedatangan teman-teman Satu Hati. Sebab, di tengah keterbatasan fisik, mereka mampu menghimpun diri untuk saling menolong.
"Karena mereka punya posyandu, di mana mereka bisa sharing, ada yang problemnya cukup serius karena mentalnya juga kena. Maka, mereka mencoba berbagi perasaan. Dan kedua, yang cacat fisik saling menguatkan bagaimana bisa hidup mandiri apa yang mereka butuhkan," tuturnya.
Ganjar tidak mampu menyembunyikan rasa gembiranya atas kehadiran para penyandang disabilitas itu.
"Ini surprise bagi saya karena mereka touring bawa motor dengan modifikasinya sendiri datang ke rumah. Tadi saya banyak mendapatkan pengalaman, komplain, sekaligus keinginan. Antara lain mereka bisa mendapatkan akses dari pemerintah untuk bisa hidup mandiri melalui pelatihan," imbuhnya.
Untuk itu, Ganjar menegaskan, pemerintah pun harus membantu dan merespons cepat.
“Siapkan usulannya apa, kemudian kami berikan mereka pelatihan, permodalan dan pendampingan sampai mereka bisa mandiri," tandas Ganjar. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria