Satlantas Polresta Jambi telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan CCTV di jalur yang dilewati mobil tersebut. Dari olah TKP, polisi mendapat informasi bahwa dua anak SMA itu diduga sempat digerebek warga di Simpang Bandara, Kota Jambi, sebelum mengalami kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta.
“Kami dapat informasi gerebek itu. Nah, tapi kami tidak menemukan saksi yang mengaku menggerebek mereka. Kami juga cari-cari CCTV di situ, tapi kondisinya memang gelap di situ,” kata Kapolresta Jambi Kombes Eko Wahyudi, dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Sabtu (4/2).
Eko menyebut memang ada yang saksi yang melihat penumpang wanita tersebut keluar tanpa busana dari mobil. Akan tetapi, polisi tidak menyelidiki persoalan tanpa busana itu, karena fokus menangani pelanggaran lalu lintas.
Eko menduga pengemudi mobil terkejut saat digerebek warga. Kemudian tancap gas hingga terjadi kecelakaan tunggal. “Jadi mungkin pas digerebek terkejut, akhirnya digas, mobil itu menabrak pohon, karena kondisi panik mungkin,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Jambi Edi Purwato meminta secara tegas agar pejabat ASN penanggung jawab mobil dinas itu segera dinonaktifkan.
“Kita sudah telusuri. Sebagai bentuk tanggung jawab, saya minta ASN tersebut diberi sanksi tegas atau dinonaktifkan,” kata Edi Purwanto.
Dia menambahkan, bahwa dari sisi kemanusiaan dirinya cukup prihatin atas musibah yang baru saja menimpa pejabat ASN tersebut. Namun, menurutnya harus ada sanksi yang diberikan karena kelalaian pejabat tersebut.
“Saya turut berduka cita, saya juga prihatin, suaminya baru saja meninggal, sekarang ada musibah lagi anaknya kecelakaan. Tapi ini kan kelalaian karena dia membiarkan pemakaian mobil dinas tidak pada peruntukannya,” papar Edi. (pojoksatu/jpg/ria)
Editor : Syahaamah Fikria