Kapolda Papua langsung mengirim satu kompi personel Brimob ke Wamena. Hal ini untuk membantu pemulihan keamanan di wilayah itu setelah terjadinya kerusuhan.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengatakan, kerusuhan bermula dari beredarnya hoax atau informasi yang tidak benar tentang penculikan anak di bawah umur. Di mana terjadi aksi main hakim sendiri.
Polres Jayawijaya pun terjun untuk menghentikan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan warga. Namun, situasi yang terjadi malah berbalik.
“Insiden itu sebenarnya mau diselesaikan di Polres Jayawijaya, namun ada yang memprovokasi sehingga terjadi kericuhan,” kata Kapolda, Jumat (24/2).
Dalam kerusuhan itu tercatat ada 10 orang meninggal dunia dan 41 orang mengalami luka-luka. Termasuk 18 aparat keamanan, serta 15 bangunan dibakar massa.
"Saya turut berduka cita atas jatuhnya korban yang cukup banyak akibat kerusuhan di Wamena,” kata Fakhiri.
Dia berharap insiden di Sinakma, Distrik Wamena menjadi pembelajaran bagi masyarakat Papua agar tidak terjadi peristiwa yang sama pada masa mendatang.
“Saya menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita. Dari laporan yang saya terima, saat ini situasi di Wamena sudah terkendali dan berangsur-angsur kondusif. Forkopimda telah mengambil langkah bersama agar terciptanya situasi yang kondusif dan berkomunikasi dengan tokoh masyarakat setempat,” kata Kapolda. (antara) Editor : Syahaamah Fikria