Terkait kinerja impresif BRI tersebut, anggota Komisi VI DPR RI Sarmuji mengatakan,pencapaian itu menjadikan kontribusi BRI melalui dividen maupun pajak juga akan ikut naik.
“Lebih penting lagi (kontribusi) bank seperti BRI menangani (pemberdayaan) sektor UMKM yang di bank lain tidak banyak dilirik, sementara UMKM adalah penyangga utama perekonomian kita,” katanya belum lama ini.
Sebagai informasi, pada tahun lalu, emiten bersandi BBRI ini mengumumkan dividen pay out ratio sebesar 85 persen dari laba bersih 2021 atau mencapai Rp 26,41 triliun, terbesar sepanjang perusahaan berdiri.
Bahkan, dalam lima tahun terakhir, rasio dividen BRI konsisten naik. Pada 2018, BRI membagikan dividen dengan rasio 50 persen dari laba bersih. Tahun berikutnya atau 2019 menjadi 60 persen dan 65 persen pada 2020.
Adapun pada 2022, perseroan berkontribusi terhadap penerimaan negara dalam bentuk dividen Rp 14,05 triliun atas laba BRI 2021, dan dalam bentuk pembayaran PPh badan sebesar Rp 12,14 triliun.
Dengan demikian, total kontribusi BRI kepada negara pada 2022 sebesar Rp 26,19 triliun. Jika ditotal selama 5 tahun terakhir, kontribusi BRI (Dividen dan PPh badan) terhadap penerimaan negara pun mencapai Rp 100,02 triliun.
Di samping kontribusi tersebut, BRI sebagai pemungut atau pemotong pajak dari pihak lain, selama 2022 juga telah melakukan potongan atau pungutan, PPN Bea & Materai yang dibayarkan ke pemerintah sebesar Rp 8,00 triliun.
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin juga mengapresiasi kinerja cemerlang bank pemberdaya UMKM tersebut.
“Kinerja positif ini tentu tidak hanya memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan dan pertumbuhan sektor perbankan, tetapi juga berdampak luas bagi negara dan masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, pertumbuhan laba bank tahun lalu disokong pula dengan ekspansi kredit di segmen UMKM akan memberikan multiplier effect kepada masyarakat dan akhirnya mendorong laju pemulihan ekonomi pascakrisis akibat pandemi.
“Kami sangat mengapresiasi performa BRI yang mencatat laba tertinggi di tengah fokusnya dalam menyalurkan KUR guna mendorong pertumbuhan sektor UMKM kita,” katanya.
Hingga akhir 2022, bank dengan jejaring terluas di Indonesia itu menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp 1.139,08 triliun, naik 9,2 persen yoy. Sebanyak 82,46 persen dari total kredit BRI diserap oleh sektor UMKM.
Bila dirinci lagi, 43,7 persen portolio pembiayaan bank disalurkan kepada segmen mikro. Dari sisi aset juga mengalami pertumbuhan signifikan atau sebesar 11,2 persen yoy menjadi Rp 1.089,8 triliun.
Laba Kembali ke Rakyat
Secara terpisah, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, ke depan perseroan optimistis dapat mengukir prestasi yang lebih baik lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Itu merupakan salah satu bentuk komitmen BRI untuk terus memberikan economic dan social value, utamanya terhadap negara dan masyarakat Indonesia.
Dalam hal ini, lanjut Sunarso, pemerintah sebagai mayoritas shareholder pasti mengharapkan adanya peningkatan economic value melalui dividen dan juga setoran pajak. Hal itu menjadi sangat penting karena pada akhirnya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam berbagai bentuk program pemerintah.
“Saya ingin menegaskan kembali bahwa BRI adalah bank-nya rakyat. BRI berbisnis dengan rakyat, dan diproses dengan caranya rakyat. Melalui pajak dan dividen, keuntungan BRI akan disetorkan kepada negara, dan kemudian kembali lagi menjadi berbagai program pemerintah untuk rakyat,” ujar Sunarso. (*/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono