Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features

Cepat Selesaikan Persoalan Masyarakat, Ganjar Pakai Rumus Sat-Set

Syahaamah Fikria • Jumat, 17 Maret 2023 | 04:00 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo respons cepat keluhan masyarakat saat musrenbang wilayah Jekutibanglor (Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang dan Blora) di pendapa Kabupaten Rembang, Kamis (16/3).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo respons cepat keluhan masyarakat saat musrenbang wilayah Jekutibanglor (Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang dan Blora) di pendapa Kabupaten Rembang, Kamis (16/3).
RADARSOLO.ID -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pakai rumus sat-set untuk respons dan selesaikan aduan maupun keluhan warga. Bahkan, untuk sejumlah kekluhan warga, Ganjar langsung bereskan saat itu juga.

Ganjar pun senang jika masyarakat bisa aktif menyampaikan usulan dan masukan kepada dirinya. Seperti saat musrenbang wilayah Jekutibanglor (Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang dan Blora), ada banyak keluhan, usulan dan masukan yang disampaikan masyarakat kepada gubernur dua periode itu.

Di antaranya keluhan masyarakat terkait jalan rusak, rumah tidak layak huni (RTLH), usulan bantuan untuk warga miskin, dan lainnya.

"Kami ini termasuk desa miskin ekstrem, Pak. Kami minta bantuan pembangunan RTLH dan jambanisasi. Total rumah yang belum layak tersisa 29 rumah. Kami minta bantuannya, Pak," kata Kades Woro Sofuan di sela-sela musrenbang wilayah yang digelar di pendapapa Kabupaten Rembang itu, Kamis (16/3).

Selain itu, Sofuan juga meminta bantuan Kartu Jateng Sejahtera. Sebab, di desanya ada 75 lansia miskin yang belum mendapat bantuan.

"Kami juga minta bantuan mobil operasional, yang bisa digunakan untuk warga mengurus kebutuhan di kabupaten. Karena jarak kami cukup jauh, sehingga kami butuh," jelasnya.

Usai mendengar keluhan itu, Ganjar langsung respons cepat. Saat itu juga, Ganjar menyatakan akan membantu pembangunan RTLH, membelikan mobil operasional dan memberikan KJS kepada warga.

"Langsung bro, saya bantu bangun RTLH, saya belikan mobil dan berikan KJS. Ngunu, sat-set," kata Ganjar disambut tepuk tangan warga Woro.

Ada juga usulan Suryo dan Syahroni, perwakilan penyandang disabilitas. Kepada Ganjar, keduanya mengajukan pelatihan entrepreneurship bagi kalangan penyandang disabilitas.

"Kami minta dilatih pembuatan kemasan produk UMKM kami, sekaligus minta bantuan pemasaran. Kami juga minta ada motivator khusus yang selalu memberikan semangat pada kami agar bisa mandiri dan menjadi pengusaha," kata Suryo dan Syahroni.

Ganjar pun langsung mengiyakan. Secepatnya akan diberikan pelatihan untuk pembuatan kemasan dan pemasaran kepada pelaku UMKM tersebut.

"Langsung njenengan data, teman-teman yang mau dilatih ada berapa. Kalau sudah, sampaikan, langsung kami latih. Pak bupati juga tolong perhatikan teman-teman ini ya, berikan pendampingan sesuai yang mereka butuhkan," pungkas Ganjar.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyampaikan, usulan masyarakat melalui e-Musrenbang sudah masuk 14.717 dengan total usulan anggaran Rp 22,1 triliun.

Sejumlah usulan ditampung dan dipilih skala prioritas. Usulan-usulan besar, dicarikan solusi jangka panjang. Sedangkan usulan kecil menengah, banyak yang langsung dieksekusi Ganjar. Seperti saat mendengar keluhan warga saat musrenbang itu.

Menurut Ganjar, masyarakat juga harus memahami jika diperlukan skala prioritas dan tak mungkin semua usulan langsung diekseskusi secepat mungkin. Sebab, dia menyebut, per tahun rata-rata Rp 6 triliun dari anggaran usulan yang bisa dikerjakan

“Nanti akan ada desk, teknis sifatnya antarkabupaten dan kota prioritasnya yang mana, anggaran kita berapa. Sehingga pada saat itu nanti kami akan bisa tahu dari kemampuan yang ada itu, berapa kemudian yang bisa diberikan, itu butuh keputusan politik," tandas Ganjar. (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#musrenbang #ganjar pranowo #aduan masyarakat