Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

David Ozora Mulai Terapi Latihan Berjalan, Sempat Alami Demam Hebat

Syahaamah Fikria • Senin, 3 April 2023 | 23:29 WIB
David Ozora Latumahina, korban penganiayaan Mario Dandy, sudah bisa salam metal sambil tersenyum. (Instagram @tidvrberjalan)
David Ozora Latumahina, korban penganiayaan Mario Dandy, sudah bisa salam metal sambil tersenyum. (Instagram @tidvrberjalan)
RADARSOLO.COM - Cristalino David Ozora kini tengah memasuki terapi latihan berjalan kaki. Hal itu adalah salah satu bentuk pemulihan kognitifnya agar terus berproses.

Kondisi terbaru David tersebut diungkap sang ayah, Jonathan Latumahina dalam akun sosial medianya.
"Saat ini David masih tetap di ICU dan terapi sudah memasuki latihan jalan," ujar Jonathan, Senin (3/4).


Namun, karena kondisi fisiknya yang masih rentan, Jonathan mengatakan David sempat mengalami demam hebat lantaran latihan berjalan tersebut.


"Karena kondisi fisiknya masih rentan, seperti Jumat kemarin tiba-tiba demam tinggi sampai 38,4 derajat," terangnya.


Oleh karena itu, meski dengan progres kesembuhan David mulai terlihat, dia meminta agar semua pihak tetap mendoakan kesembuhan anaknya.


"Karena progres David ini adalah ikhtiar kita semua, maka saya dengan rendah hati memohon untuk tetap kirimkan doanya," ucap Jonathan.


Dalam beberapa unggahan di media sosialnya, Jonathan memang sempat beberapa kali memotret proses latihan berjalan David. Terakhir, didampingi beberapa perawat, anak itu terlihat tengah berjalan di treadmill.


Sebelumnya, Cristalino David Ozora, korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo dinyatakan mengalami Diffuse Axonal Injury (DAI). Jonathan menjelaskan, efek dari DAI ini adalah membuat pengidapnya akan mengalami penurunan kualitas hidup dan cacat permanen. DAI ini sendiri merupakan salah satu kerusakan pada saraf.


"Efek dari DAI adalah penurunan kualitas hidup dan cacat permanen," ujarnya dalam unggahan di Twitter resminya, Kamis (30/3).


Penyebabnya, otak pengidap DAI mengalami trauma berat yang membuat otak mengalami pergeseran ekstrem. Hal itu membuat serabut-serabut saraf atau akson pecah.


"David alami ini dan koma," kata pengurus GP Anshor itu.


Adapun tugas dari akson yang ada di dalam otak itu, ada jutaan jumlahnya yang seperti kabel. Tugasnya adalah untuk komunikasi antarsaraf. (jpg/ria)
Editor : Syahaamah Fikria
#Cristalino David Ozora #Diffuse Axonal Injury #penganiayaan #Kondisi David Ozora #Mario Dandy Satriyo