“Kami Kementan mengusulkan, Setmilpres usulkan gubernur Jawa Tengah. Karena kami tahu keberhasilan beliau, terutama untuk produksi beras dan hortikultura merupakan peringkat 2 nasional. Jadi, dari situ sudah kelihatan ya output-nya dari gubernur sendiri,” tutur perwakilan Kementan Agustini Irmawati usai kegiatan verifikasi dan peninjauan lapangan bersama Sesmil Presiden, Rabu (5/4).
Lebih lanjut, Agustini menyebut keberhasilan program Kartu Tani Jateng yang dipelopori Ganjar. Untuk itu, gubernur dua periode itu dinilai pantas menerima dua tanda kehormatan GTK Satyalencana, yang rencananya akan diserahkan Presiden Joko Widodo pada event Pekan Nasional Petani Nelayan Andalan (Penas) pada 10 Juni mendatang.
“Kami yakin bahwa Kartu Tani ini merupakan pelopor dari bapak gubernur. Dan sebelumnya memang kami sudah memberikan penghargaan di tahun 2019. Menteri Pertanian menobatkan bahwa gubernur Jateng adalah sebagai yang memiliki program Kartu Tani terbaik secara nasional,” ujar dia.
Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo merasa terhormat karena diusulkan menerima GTK Satyalencana. Penghargaaan itu, kata Ganjar, adalah kerja bersama Pemprov Jateng untuk peningkatan kesejahteraan petani.
Karena program Kartu Tani bertujuan mewujudkan pendistribusian, pengendalian, dan pengawasan pupuk subsidi kepada para petani yang berhak.
“Kami terima kasih dan merasa terhormat. Jadi karya kawan-kawan (Pemprov Jateng) dari 2015 ini mendapatkan perhatian dan sekarang mau dipromo untuk bisa mendapatkan penghargaan Satyalencana . Tapi yang penting dari itu semua ya satu saja, harus bermanfaat untuk rakyat,” papar Ganjar.
Menurut Ganjar, dengan Kartu Tani ini juga memungkinkan terwujudnya distribusi pupuk subsidi sesuai jumlah, jenis, waktu, tempat, mutu, dan harga. Serta pemberian layanan perbankan bagi petani.
“Kartu Tani itu mendata petani. Siapa, di mana, berapa, tanam apa, kapan, itu mesti kita ketahui. Kalau itu masuk, maka sebenarnya ini bagian dari Presiden Satu Data Indonesia, berkaitan dengan petani,” papar Ganjar.
Sebagai informasi, Satyalencana Pembangunan merupakan tanda kehormatan yang diberikan kepada WNI karena berjasa besar dalam pembangunan Indonesia di bidang tertentu. Sementara Satyalencana Wira Karya adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat yang memberikan darma bakti besar untuk Indonesia, sehingga menjadi teladan bagi orang lain.
Ganjar diusulkan menjadi penerima dua tanda kehormatan tersebut lantaran keberhasilannya menjalankan berbagai program kesejahteraan petani. Di antaranya Kartu Tani, Subsidi Bunga, dan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). (bay/ria) Editor : Syahaamah Fikria